Share

Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Manggarai Tertinggi di NTT

Antara, · Senin 17 Januari 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 340 2533480 kasus-demam-berdarah-di-kabupaten-manggarai-tertinggi-di-ntt-Qlxk00JQWR.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

KUPANG - Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DKKPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan bahwa hingga Senin (17/1/2022) sore, Kabupaten Manggarai Barat menjadi daerah dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) terbanyak di provinsi NTT.

"Dari 22 kabupaten/kota di NTT, Manggarai Barat menjadi kabupaten dengan kasus DBD tertinggi yakni 96 kasus," kata Kepala DKKPS NTT, dr Mese Ataupah di Kupang.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan kasus DBD di NTT mengingat saat ini sejumlah kasus DBD terjadi di provinsi berbasis kepulauan itu.

Mese mengatakan bahwa dari 96 kasus DBD tersebut, 86 pasien sudah dinyatakan sembuh, sementara 10 orang lagi masih dalam perawatan.

"Saat ini berdasarkan data yang kami terima tersisa 10 orang yang masih dirawat. Kita harapkan mereka cepat sembuh," ujar dia.

Baca Juga :Hari Nyamuk Sedunia, Yuk Kenali 4 Jenis yang Paling Berbahaya

Ia mengatakan hingga saat ini secara keseluruhan di NTT jumlah kasus DBDnya mencapai 347 kasus dengan dua orang meninggal dunia.

"Dua yang meninggal itu di Kabupaten Sikka dan juga kabupaten Nagekeo," tambah dia.

Dari jumlah 347 kasus itu pasien yang sembuh mencapai 260 orang dan yang masih dirawat mencapai 85 orang.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Lebih lanjut ujar dia menempati urutan kedua, Kota Kupang menjadi kota dengan kasus DBD terbanyak kedua dengan dengan jumlah kasus mencapai 63 kasus.

Sementara itu urutan ketiga yakni kabupaten Sikka dengan jumlah kasus mencapai 50 kasus dan terdapat satu orang yang meninggal dunia.

Dengan banyaknya kasus DBD di NTT saat ini Mese mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya dan juga selalu menerapkan program 3M, yakni menguras, menutup dan mendaur ulang barang bekas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini