Share

Usai Dihantam Gempa dan Tsunami, Bantuan Internasional Pertama Akan Tiba di Tonga pada Jumat Ini

Antara, · Rabu 19 Januari 2022 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 18 2534671 usai-dihantam-gempa-dan-tsunami-bantuan-internasional-pertama-akan-tiba-di-tonga-pada-jumat-ini-dPGMrxvsLm.jpg Selandia Baru kirim kapal Angkatan Laut yang membawa bantuan kemanusiaan (Foto: Antara/Reuters)

WELLINGTON - Dua kapal Angkatan Laut (AL) Selandia Baru yang membawa bantuan kemanusiaan akan tiba di Tonga pada Jumat (21/1) mendatang.

Bantuan tersebut menjadi bantuan internasional pertama yang menjangkau negara kepulauan di Pasifik itu setelah diterjang erupsi gunung berapi dan tsunami.

Kementerian luar negeri Selandia Baru mengatakan pemerintah Tonga telah menyetujui kedatangan kapal HMNZS Wellington dan HMNZS Aotearoa.

"Kapal-kapal itu diperkirakan tiba di Tonga pada Jumat (21/1), tergantung kondisi cuaca," kata kementerian dalam pernyataan.

Kemlu mengatakan pesawat intai P3 Orion kedua dari Selandia Baru akan terbang di atas Tonga dan Fiji pada Rabu (19/1) untuk mengamati kerusakan yang disebabkan tsunami.

Baca juga: Kerusakan Akibat Tsunami di Tonga Hambat Pengiriman Bantuan

Selandia Baru mengatakan jaringan listrik kini telah pulih dan penilaian kerusakan sedang berlangsung. Pasokan bantuan tengah didistribusikan oleh pemerintah Tonga.

Kemenlu Selandia Baru mengatakan penyedia jaringan ponsel internasional Digicel telah memasang sistem sementara di Tongatapu dengan menggunakan parabola milik Universitas Pasifik Selatan.

Baca juga: Pulau Utama Tonga Alami Kerusakan Berat Akibat Erupsi dan Tsunami

Sistem itu menyediakan koneksi 2G namun sinyalnya tidak stabil dan hanya mencakup sekitar 10 persen kapasitas normal.

Perdana Menteri Tonga Siaosi Sovaleni telah bertemu dengan kepala misi diplomatik di negara itu untuk membahas bantuan.

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengatakan dirinya berharap dapat berbicara dengan Sovaleni pada Rabu (19/1).

"Sangat sulit untuk melakukan operasi (kemanusiaan)... Pasukan pertahanan kami telah mendukung operasi mereka dan dikerahkan sesuai kebutuhan, sesuai arahan," terangnya.

Koordinator PBB di Fiji, Jonathan Veitch, pada Rabu (19/1) mengatakan badan-badan bantuan, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tengah mempersiapkan operasi kemanusian bagi Tonga di kejauhan untuk mencegah wabah Covid-19.

Sebagian besar kegiatan akan dilakukan dari jarak jauh dan mungkin tidak mengirimkan personel ke negara pulau itu.

"Kami yakin akan mampu mengirimkan pasokan lewat pesawat. Kami tidak yakin bisa mengirimkan pesawat dengan personel dan alasannya adalah bahwa Tonga punya kebijakan bebas-Covid yang sangat ketat," ujarnya.

Dia menjelaskan Tonga adalah salah satu negara yang terbebas dari Covid-19 dan kemunculan wabah di sana akan menjadi bencana. Negara kepulauan kecil itu memiliki tingkat vaksinasi 90 persen.

"Mereka sangat berhati-hati membuka perbatasan seperti banyak kepulauan di Pasifik, dan itu disebabkan oleh sejarah wabah penyakit di Pasifik yang telah menewaskan sebagian masyarakat di sini,” tambahnya.

Seperti diketahui, Ratusan rumah di pulau-pulau kecil dan terluar di Tonga hancur dan sedikitnya tiga orang tewas setelah erupsi yang merusak terjadi pada Sabtu (15/1) dan memicu tsunami.

Jalur komunikasi terhantam parah oleh putusnya kabel bawah laut, sehingga sebagian besar informasi tentang tingkat keparahan sejauh ini berasal dari pesawat intai. Komunikasi di sebagian besar wilayah Tonga masih putus.

Perusahaan telekomunikasi AS SubCom mengatakan diperlukan waktu setidaknya empat minggu untuk memperbaiki koneksi kabel di Tonga.

Sejauh ini Tonga terbebas dari pandemi Covid-19 dan kekhawatiran terhadap wabah virus corona telah membuat rumit upaya pengiriman bantuan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini