Share

Siswa SD di Sukabumi Meninggal Usai Divaksin Covid-19, Sempat Alami Demam

Dharmawan Hadi, iNews · Jum'at 21 Januari 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 340 2535816 siswa-sd-di-sukabumi-meninggal-usai-divaksin-covid-19-sempat-alami-demam-BtAwPmEriG.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

SUKABUMI- Siswa kelas 6 SD di salah satu sekolah Sukabumi dikabarkan meninggal dunia usai melakukan vaksinasi di sekolahnya, pada Jumat (21/1/2022). Siswa tersebut sempat mengalami demam setelah vaksin.

Camat Kadudampit Yanti Budiningsih menjelaskan pelaksanaan vaksin oleh vaksinator dari Puskesmas Kadudampit kepada siswa tersebut, telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Dari hasil skrining tidak ditemukan ada masalah-masalah kesehatan, kemudian anak dalam keadaan sehat sehingga layak untuk divaksin," ujar Yanti kepada MNC Portal Indonesia.

Yanti menambahkan, namun kemudian ketika terjadi KIPI, anak mengalami demam, kedua orangtua korban tidak tahu harus dibawa kemana, dan korban dibawa ke rumah sakit Betha Medika Cisaat. Sedangkan tim yang menangani KIPI tersebut adanya di rumah sakit Sekarwangi, Cibadak.

"Hanya saja saya ingin sampaikan bahwa vaksinasi itu adalah ikhtiar kita bersama, upaya yang harus dilakukan, tujuannya tentu saja ingin menjaga masyarakat dari kesakitan, jangan sampai masyarakat ini terkena Covid-19, namun ketika terjadi keadaan yang tidak diharapkan seperti ini, mungkin ini dari bagian kelemahan dari manusia, mungkin saja ada penyakit bawaan yang tidak terdeksi ketika skrining atau lainnya," ujar Yanti.

Baca Juga :Siswa SD Meninggal Usai Divaksin Covid-19, Sekda Sukabumi Ingin Masyarakat Tunggu Hasil Pemeriksaan

Lebih lanjut Yanti mengatakan bahwa program vaksinasi tersebut diadakan oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kematian akibat Covid-19 dan berharap masyarakat harap tenang menyikapi kejadian ini sambil menunggu hasil apakah ini akibat KIPI atau bukan.

"Mari kita sama-sama melaksanakan vaksinasi untuk membangun herd immunity agar kita semua terjaga," ujarnya.

Ketika disinggung masalah biaya yang harus ditanggung keluarga korban dalam pengobatan setelah melakukan vaksinasi tersebut, Yanti mengatakan bahwa semua fasilitas dan biaya pengobatan yang terjadi setelah melakukan vaksinasi, akan ditanggung pemerintah.

Sementara itu, sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman meminta kepada semua pihak agar tidak mengkait-kaitkan kepada yang lain terlebih dahulu sebelum adanya keterangan resmi dari pihak yang berwenang memberikan pernyataan.

"Ini merupakan takdir Allah, sebenarnya kuncinya kita harus ikhlas dan jangan dikaitkan dengan yang lain-lain dulu," ujarnya.

Diketahui, seorang pelajar kelas 6 SD yang berinisial Muhammad Dalvin (12) warga Kampung Citamiang RT 05/01, Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan meninggal dunia sekira pukul 03.15 WIB dini hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini