Share

Menyusul Rencana Serangan Rusia, AS Desak Warganya Hengkang dari Ukraina

Antara, · Kamis 27 Januari 2022 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 18 2538818 menyusul-rencana-serangan-rusia-as-desak-warganya-hengkang-dari-ukraina-fYSu7Voqa4.JPG Tentara Ukraina berjaga-jaga di wilayah konflik (Foto: Antara/Reuters)

BENGALURU - Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Kiev, Ukraina mendesak para warga negara AS di Ukraina untuk segera keluar dari negara itu.

Kedubes AS beralasan bahwa situasi keamanan di Ukraina tidak menentu karena ada peningkatan kemungkinan bahwa Rusia akan melakukan aksi militer.

Melalui situs resminya, kedubes mengatakan keadaan keamanan di Ukraina bisa memburuk dalam waktu singkat.

Di Washington, Menteri Luar Negeri AS (Menlu AS) Antony Blinken mengatakan Kedubes AS di Kiev akan tetap buka.

Baca juga: Menlu Ukraina: Rusia Tak Miliki Cukup Pasukan untuk Invasi Skala Penuh

Namun, ia menambahkan bahwa para warga AS yang berada di negara bekas Soviet itu perlu "mempertimbangkan untuk segera pergi."

Sebelumnya pada awal pekan ini, AS juga mendesak warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan ke Ukraina.

Baca juga: Kian Tegang, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia dan Ukraina

AS pada Rabu (26/1) menyampaikan jawaban tertulis terhadap tuntutan Rusia soal keamanan.

Jawaban itu merupakan langkah kunci yang ditempuh dalam proses diplomatik yang rapuh, pada saat Rusia kembali menggelar latihan militer di daratan dan lautan dekat Ukraina.

Pada Selasa (25/1), Presiden AS Joe Biden menyebut-nyebut soal sanksi personal terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kendati merupakan tindakan langka, menurut Biden langkah itu bisa dianggap sebagai bagian dari upaya Washington dan para sekutunya untuk meyakinkan Moskow bahwa agresi apa pun terhadap Ukraina akan harus dibayar mahal.

Rusia pada Rabu (26/1) memperingatkan bahwa sanksi personal itu tidak akan merugikan Putin, namun akan "merusak dari segi politik."

Rusia telah menempatkan puluhan ribu tentara di wilayah dekat perbatasannya dengan Ukraina, namun membantah punya rencana melakukan serbuan.

AS telah menghabiskan waktu berminggu-minggu dalam menjalankan upaya untuk membangun kesepakatan dengan mitra-mitranya di Eropa soal penjatuhan sanksi jika Rusia melancarkan serangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini