HOEGENG adalah Kapolri ke-5 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto di Orde Baru. Selain menjabat sebagai Kapolri dalam perjalanan karirnya ia sempat menjadi Mentri Iuran Negara dan Kepala Jawatan Imigrasi.
Namun ada yang unik pada awal masa perjalanan karirnya, dimana saat ia mendaftar sebagai Polri ia hanya memakai nama “Hoegeng” saja pada tanda pengenalnya.
Tak hanya itu namanya yang unik juga dapat mencuri perhatian Presiden Soekarno saat itu di mana ia beranggapan bahwa nama Hoegeng bukanlah nama orang jawa pada umumnya saat itu.
Nama lengkap Hoegeng sendiri adalah Hoegeng Iman Santoso namun berkali-kali ia tidak ingin memakai nama Iman Santoso pada atribut tanda pengenalnya, baik saat ia menjadi Kapolri ataupun saat ia menjabat sebagai pejabat penting negeri ini.
Dharto yang saat itu bertugas sebagai sekertaris Hoegeng pun menanyakan kenapa Hoegeng tidak memakai nama Iman Santoso. Hoegeng yang mendengar pertanyaan Dharto menjawab dengan santai, dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi Dan Mentri,
“Nama pemberian orang tua Hoegeng memang Hoegeng Iman Santoso. Namun, bagi Hoegeng nama Hoegeng saja sudah cukup. Nama Hoegeng Iman Santoso cukup berat disandang. Memangnya, Hoegeng sudah memiliki iman yang sentoso (teguh)? Wah berat Mas Dharto kalau (memakai) nama Iman Santoso itu. Jadi, Hoegeng cukup pakai nama Hoegeng saja.” Ucap Hoegeng menjelaskan.
Tak hanya Dharto yang menanyakan atas nama tersebut tetapi anak Hoegeng, Didit juga pernah menanyakan hal yang sama dan Didit juga mendapatkan jawaban yang sama persis seperti Dharto saat itu. Dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi Dan Menteri.
“Nama Hoegeng akan tetap Hoegeng sampai kapan pun. Kecuali, sampai akhir hayat, jika, Hoegeng tetap bisa menjaga iman yang sentoso,” ujar Hoegeng menambahkan.
Pada saat Hoegeng akan dimakamkan secara militer di tempat pemakaman umum (TPU) Giritama, Desa Tonjong, Kecamatan Bojonggede, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 14 Juli 2004, Didit mewakili keluarganya kembali menceritakan kisah nama Hoegeng di hadapan Komandan Inspektur Upacara, Kapolri Jendral Da’i Bachtiar. Dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi Dan Mentri,
“Kini, setelah ayah mampu menjaga imannya tetap teguh sampai akhir hayatnya, saya nyatakan bahwa nama lengkap ayah saya adalah, Hoegeng Iman Santoso,” ucap Didit yang membuat pelayat terharu dan meneteskan air mata.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.