Share

Rusia dan China Akan Bahas Hubungan Lebih Erat Selama Lawatan Putin

Agregasi VOA, · Kamis 03 Februari 2022 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 03 18 2541865 rusia-dan-china-akan-bahas-hubungan-lebih-erat-selama-lawatan-putin-AU5hKMwcIX.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping (Foto: AP)

RUSIA - Rusia dan China akan membahas masalah gas dan keuangan yang lebih erat selama lawatan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Beijing untuk menghadiri Olimpiade Musim Dingin. Menurut Kremlin, Rabu (2/2), kedua negara juga sedang mengkaji ide lama untuk pipa gas baru ke China.

Ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan kepada wartawan, Putin dan rekannya Presiden China Xi Jinping, dijadwalkan akan makan siang bersama dan bisa menandatangani lebih dari 15 perjanjian pada Jumat (4/2). Dia mengatakan akan banyak kesepakatan baru sedang dipersiapkan terkait dengan gas alam.

Ushakov mengatakan kemungkinan Rusia membangun pipa gas baru ke China melalui Mongolia sedang dipertimbangkan. Ini adalah proyek yang sudah lama dibahas dan realisasi sepenuhnya akan memakan waktu bertahun-tahun.

Baca juga: Putin: AS Coba Tarik Rusia ke Dalam Perang Ukraina

"Perlu dicatat bahwa pasar gas China adalah yang paling menjanjikan dan tumbuh paling cepat di dunia," terangnya.

Ushakov mengatakan China mendukung upaya Rusia untuk mengajukan tuntutan keamanan dari Barat.

Baca juga: Putin: China Akan Lampaui dan Akhiri Dominasi AS 

Ushakov juga mengatakan Moskow dan Beijing sedang melakukan upaya serius untuk menciptakan infrastruktur keuangan bersama yang bisa melindungi kerja sama Rusia-China dari potensi sanksi oleh negara ketiga.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Ushakov menambahkan, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Menteri Energi Nikolai Shulginov dan Igor Sechin, CEO perusahaan minyak Rosneft, akan termasuk dalam delegasi Rusia.

Seperti diketahui, pengiriman gas melalui pipa yang ada, Power of Siberia, sebuah proyek sepanjang 4.000 kilometer yang mengalirkan gas dari Rusia timur ke China , dimulai pada 2019. Butuh waktu sekitar satu dekade untuk mencapai kesepakatan tentang persyaratan pasokan.

Sebagian ahli meragukan pipa gas kedua ke China dari Rusia yang baru-baru ini menyusul Jepang sebagai importir gas alam cair terbesar di dunia, akan terwujud.

Tetapi kunjungan Putin dilakukan saat pasokan gas Rusia ke Eropa dipertanyakan oleh beberapa politisi Barat dan ketika Moskow ingin menunjukkan bahwa Rusia berpotensi memiliki pilihan lain meskipun hal itu tidak realistis terwujud secepatnya.

Harga spot gas atau gas di penyulingan atau pra kirim di Eropa mencapai tertinggi sepanjang masa pada bulan Desember di tengah melonjaknya permintaan dan terbatasnya pasokan. Pasokan gas Rusia ke Eropa dalam pengawasan ketika 100.000 lebih tentara Rusia dikerahkan di dekat perbatasan Ukraina, negara dimana pengiriman gas biasanya transit meningkatkan kekhawatiran invasi, hal yang disangkal direncanakan oleh Moskow.

Negara-negara Barat telah mengancam akan menerapkan sejumlah sanksi jika Rusia menyerang wilayah Ukraina. Kompetisi Olimpiade Musim Dingin, pada Rabu (2/2) berlangsung di Beijing di saat dugaan invasi Rusia ke Ukraina semakin meningkat. Putin dikabarkan akan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade pada Jumat (4/1).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini