JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi niat baik serta keberanian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar yang meminta maaf secara langsung soal ucapannya yang menyebut ada pondok pesantren yang terafilasi oleh terorisme.
(Baca juga: Datangi MUI, BNPT Minta Maaf soal Pesantren Terafiliasi Terorisme)
"Saya sangat senang Bapak Boy Rafli sebagai Kepala BNPT sudah datang ke MUI. Ini pertanda bahwa beliau punya maksud baik. Oleh karena itu, bagi MUI hal ini tentu merupakan sebuah hal yang patut kami hargai," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas melalui pesan singkatnya, Kamis (3/2/2022).
(Baca juga: Kepala BNPT Sebut Rutan Teroris Sudah Overload)
Diketahui sebelumnya, Komjen Boy Rafli Amar mendatangi Gedung MUI di Jakarta Pusat, siang tadi. Boy meminta maaf kepada MUI serta umat Islam terkait ucapannya soal Pondok Pesantren (Ponpes) yang terafiliasi terorisme. MUI menyambut baik permintaan maaf Boy Rafli Amar.
Bahkan, Abbas mengaku sebenarnya ingin langsung bertemu dengan Boy Rafli Amar di MUI. Sayangnya, kata Abbas, ada keluarganya yang terpapar varian baru Covid-19 jenis Omicron.
"Saya sendiri secara pribadi sebenarnya ingin datang menyambut beliau tapi karena keluarga saya setelah di PCR ternyata positif terkena varian omicron, meskipun tanpa gejala, tapi karena saya memegang teguh prinsip 'La Dharara Wala Dhiroro' yaitu kita tidak boleh mencelakai diri kita dan mencelakai orang lain," beber Abbas.
"Dan karena saya takut saya juga terpapar meskipun hasil PCR saya negatif, tapi saya kan juga ragu karena tidak ada hasil laboratorium lain yang bisa saya jadikan second opinion maka saya putuskan untuk tidak hadir. Tapi meskipun saya tidak hadir saya memberikan apresiasi saya kepada beliau," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Abbas berharap agar setiap masalah yang terjadi di tataran masyarakat bisa diselesaikan dengan cara musyawarah. Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negeri bersama. Oleh karenanya, penting bagi semua pihak untuk menjaga ketertiban dan kedamaian di negeri ini.
"Saya menginginkan jangan ada sedikitpun di negeri ini kebijakan dan atau tindakan yang dibuat yang terkesan islamic phobia atau merugikan pihak dan lembaga lain," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.