Share

Lebih dari 100.000 Ikan Ditemukan Mati di Lepas Pantai Atlantik, Serukan Penyelidikan

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 05 Februari 2022 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 05 18 2542826 lebih-dari-100-000-ikan-ditemukan-mati-di-lepas-pantai-atlantik-serukan-penyelidikan-HMzSuHQClo.jpg Lebih dari 100.000 ikan mati di lepas Pantai Atlantik (Foto: Reuters)

PRANCIS - Menteri Perikanan Prancis telah menyerukan penyelidikan setelah tumpahan lebih dari 100.000 ikan mati di lepas Pantai Atlantik negara itu.

Rekaman video yang difilmkan oleh aktivis lingkungan menunjukkan massa ikan yang mati mengambang di permukaan laut. Jenis ikan yang mati adalah ikan berwarna biru kapur sirih, spesies dari keluarga cod.

Sebuah pernyataan dari industri kapal ikan mengatakan bahwa Margiris, kapal pukat super terbesar kedua di dunia, telah melaporkan "insiden penangkapan ikan" setelah jaringnya pecah.

Pernyataan itu menambahkan ikan yang mati akan dipotong dari kuota kapal.

Baca juga: 200 Ton Ikan Mati Medadak di Danau Maninjau

Asosiasi Pelagic Freezer-Trawler mengeluarkan pernyataan yang mengatakan jaring di Margiris telah pecah pada pukul 05:50 waktu setempat (04:50 GMT) pada Kamis (3/2)pagi, menambahkan bahwa ini adalah kejadian yang sangat langka.

Baca juga:  Ribuan Ikan di Kawasan Wisata Cemara Mati Secara Misterius

"Sesuai dengan undang-undang UE, ini telah dicatat dalam buku catatan kapal dan dilaporkan ke otoritas negara bendera kapal, Lithuania," katanya.

Kelompok lingkungan Sea Shepherd France memfilmkan ikan itu pada Kamis (3/2), mengatakan mereka menutupi area seluas sekitar 3.000 meter persegi (32.300 kaki persegi).

Kepala Sea Shepherd France Lamya Essemlali mengatakan kepada Reuters bahwa mereka ingin meningkatkan kesadaran di antara masyarakat Prancis" tentang pukat, yang katanya telah dilarang dari perairan Australia dan kerap dilakukan di Teluk Biscay.

Sementara itu, Menteri Perikanan Annick Girardin mentweet bahwa dia sedang menyelidiki kejadian itu. Dia mengaku gambar-gambar itu sangat mengejutkan.

Komisaris Uni Eropa untuk Lingkungan, Kelautan dan Perikanan, Virginijus Sinkevicius, juga mengatakan dia sedang mencari informasi dan bukti lengkap tentang kasus ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini