Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kepala BIN: IKN Nusantara Ide Visioner Presiden Jokowi, Bakal Jadi Lokomotif Transformasi Indonesia

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 06 Februari 2022 |14:53 WIB
Kepala BIN: IKN Nusantara Ide Visioner Presiden Jokowi, Bakal Jadi Lokomotif Transformasi Indonesia
Budi Gunawan. (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA – Ibu Kota Negara yang baru, Nusantara merupakan lokomotif baru transformasi Indonesia. Pembangunan IKN Nusantara akan membuat program pembangunan menjadi Indonesia sentris, yang akan merata di setiap pelosok Tanah Air.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (6/2/2022).

“IKN Nusantara merupakan ide gemilang dan visioner dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menjadi lokomotif transformasi Indonesia di masa mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, IKN Nusantara akan menjadi magnet baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. Pembangunan ekonomi akan tersebar merata di pelosok-pelosok Tanah Air yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

IKN Nusantara juga akan menjadi katalisator bagi model pembangunan berwawasan Nusantara yang lebih modern dan mengglobal. Hal itu terlihat dari konsep IKN Nusantara yang mengusung tema green economy, green energy, smart city, dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.

Baca juga: 5 Fakta Pembangunan IKN Nusantara, Nomor 4 Jokowi Bakal Berkemah di Titik Nol

Budi Gunawan juga menyebutkan ada sejumlah alasan mengapa Ibu Kota Negara harus segera dipindahkan dari Pulau Jawa, khususnya Jakarta. Dari sisi jumlah penduduk, Pulau Jawa, khususnya Jakarta, sudah sangat padat.

Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, hingga Desember 2020 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 271,35 juta jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 55,94% atau 131,79 juta jiwa berada di Pulau Jawa.

“Ini tentu membuat beban bagi Jawa, terutama Jakarta, semakin berat. Kepadatan jumlah penduduk yang tinggi itu akan menimbulkan beragam masalah sosial, ekonomi, dan keamanan,” ucapnya.

Dia mencontohkan, berdasarkan riset Bank Dunia (World Bank) pada 2019, kemacetan yang kerap terjadi di Jakarta telah menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp65 triliun per hari.

Kepadatan penduduk di Jakarta juga memunculkan krisis air bersih yang cukup parah. Warga akhirnya menyedot air tanah yang dalam jangka panjang akan membuat Kota Jakarta terancam tenggelam. Para ahli memprediksi, Jakarta akan tenggelam dalam jangka waktu 10-15 tahun lagi karena penurunan permukaan air tanah Jakarta yang mencapai 12 cm per tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement