Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mantan PM Malaysia Muhyiddin Yassin Positif Covid-19

Mantan PM Malaysia Muhyiddin Yassin Positif Covid-19
Mantan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (Foto: Reuters)
A
A
A

KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pemulihan Nasional (NRC) Malaysia, Muhyiddin Yassin telah dinyatakan positif Covid-19 dan saat ini dikarantina di rumah.

Dalam sebuah posting Facebook, Muhyiddin mengatakan bahwa dia dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 pada Rabu (9/2/2022) setelah dites polymerase chain reaction (PCR).

BACA JUGA: PM Malaysia Muhyiddin Yassin: Saya Bukan Pengkhianat 

Muhyiddin, yang melaporkan gejala ringan, mengatakan dia dalam “kondisi baik” dan mengisolasi di rumah sesuai dengan pedoman kementerian kesehatan.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang mungkin melakukan kontak dekat untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Kepada siapa saja yang mungkin menjadi kontak dekat saya, saran saya adalah untuk mematuhi protokol yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Muhyiddin sebagaimana dilansir The Star.

Berita tentang infeksi Muhyiddin muncul sehari setelah dia memimpin pertemuan langsung NRC dengan para menteri Kabinet dan pejabat pemerintah lainnya. Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Malaysia telah menlihat lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Bahkan kasus di Negeri Jiran mencatat rekor tertinggi pada Sabtu (5/2/2022) dan masih bertambah.

Pada Selasa (8/2/2022) NRC mengumumkan bahwa Malaysia akan membuka penuh perbatasannya pada Maret 2022. Langkah itu dilakukan untuk mendukung pemulihan perekonomiannya yang terdampak pandemi Covid-19.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement