JAKARTA— Seluruh wartawan di Indonesia hari ini memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2022. Peringatan HPN bertepatan dengan terbentuknya organisasi pers Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946.
(Baca juga: Hari Pers Nasional, Prajurit Elite Marinir Malah Ancam Jurnalis Televisi)
HPN sendiri ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, di mana pers nasional memiliki sejarah perjuangan dan peran penting dalam pembangunan.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan apresiasi tinggi kepada setiap insan pers Tanah Air. Airlangga mengaku keberadaan pers menjadi pondasi penting penjaga demokrasi dan kebebasan berpendapat.
(Baca juga: Penyempurnaan UU Cipta Kerja, Menko Airlangga Minta Pelaku Usaha Tak Khawatir)
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini memuji peran pers memerangi hoaks atau berita bohong selama pandemi Covid-19.
Pasalnya kata dia, peran tersebut sangat penting agar masyarakat menerima informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya mewakili seluruh jajaran Partai Golkar dan pihak yang menangani pandemi Covid-19, mengucapkan terima kasih kepada insan pers di seluruh Tanah Air. Keberadaan produk-produk pers menyelamatkan masyarakat dari hoaks terkait Covid-19. Pers secara langsung membantu menangani pandemi Covid-19 di Indonesia,” tutur Airlangga kepada media, Rabu (9/2/2022).
Dia memaparkan, berdasarkan catatan pemerintah, hoaks terkait Covid-19 masif tersebar melalui aplikasi pesan singkat maupun media sosial.
Meskipun, penyebaran media sosial sangat cepat, produk pers masih menjadi rujukan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terkait pandemi Covid-19. Tahun ini, kata Airlangga, HPN masih dirayakan di tengah suasana pandemi Covid-19.
Ketua KPCPEN ini meminta maaf penyelenggaraan HPN belum bisa dilakukan secara meriah, seperti sebelum pandemi. Airlangga berharap HPN 2022 tetap digelar dengan khidmat dan penuh makna.
“Kami berharap, puncak perayaan HPN berjalan lancar dan seluruh insan pers terus berperan membantu mengatasi pandemi melalui produk-produk jurnalistik yang profesional, berimbang, dan membangkitkan semangat optimisme,” ujar Airlangga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menambahkan, saat ini Indonesia tengah menuju puncak gelombang tiga pandemi Covid-19. Pers, melalui jaringan dan kekuatannya, diharapkan untuk terus menyuarakan optimisme kepada masyarakat.
Ia mengaku butuh kerja sama dan gotong-royong dari seluruh pihak agar gelombang tiga tidak memberi dampak buruk di Tanah Air.
“Mari, sama-sama bergotong-royong, mengatasi pandemi. Pemerintah dengan kebijakannya, masyarakat dengan disiplin prokesnya, pers dengan jurnalisme positifnya. Dengan itu, kita berharap bisa lolos dari dampak buruk gelombang tiga pandemi Covid-19,” tegas Airlangga.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.