Share

Sejarah 11 Februari: Nelson Mandela Dibebaskan Usai Mendekam 27 Tahun di Penjara

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 11 Februari 2022 01:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 18 2545308 sejarah-11-februari-nelson-mandela-dibebaskan-usai-mendekam-27-tahun-di-penjara-sNNsOs8H5A.jpg Nelson Mandela (Foto: The Economic Times)

AFRIKA - Nelson Mandela, pemimpin gerakan untuk mengakhiri apartheid Afrika Selatan, dibebaskan dari penjara setelah mendekam selama 27 tahun pada 11 Februari 1990.

Pada 1944, Mandela, seorang pengacara, bergabung dengan Kongres Nasional Afrika (ANC), organisasi politik kulit hitam tertua di Afrika Selatan (Afsel). Dia menjadi pemimpin sayap pemuda Johannesburg dari ANC.

Pada 1952, ia menjadi wakil presiden nasional ANC, menganjurkan perlawanan tanpa kekerasan terhadap apartheid—sistem supremasi kulit putih dan segregasi ras yang dilembagakan di Afrika Selatan. Namun, setelah pembantaian demonstran kulit hitam yang damai di Sharpeville pada 1960, Nelson membantu mengorganisir cabang paramiliter ANC untuk terlibat dalam perang gerilya melawan pemerintah minoritas kulit putih.

Baca juga: Afsel Desak Pelelangan Kunci Penjara Nelson Mandela Dihentikan

Pada 1961, dia ditangkap karena pengkhianatan. Meskipun sempat bebas, dia ditangkap lagi pada 1962 karena secara ilegal meninggalkan negara itu. Dia dihukum dan dijatuhi hukuman lima tahun di Penjara Pulau Robben, kemudian diadili lagi pada 1964 atas tuduhan sabotase. Pada Juni 1964, ia divonis bersama beberapa pemimpin ANC lainnya dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Baca juga: Peristiwa 5 Desember: Meninggalnya Nelson Mandela

Mandela menghabiskan 18 tahun pertama dari 27 tahun di penjara di Penjara Pulau Robben yang brutal. Dikurung di sel kecil tanpa tempat tidur atau pipa ledeng, dia dipaksa melakukan kerja paksa di sebuah tambang. Dia bisa menulis dan menerima surat setiap enam bulan sekali, dan setahun sekali dia diizinkan bertemu dengan pengunjung selama 30 menit.

Namun, tekad Mandela tetap teguh. Dia bekerja ganda yakni tetap menjadi pemimpin simbolis gerakan anti-apartheid dan memimpin gerakan pembangkangan sipil di penjara yang memaksa pejabat Afrika Selatan memperbaiki kondisi secara drastis di Pulau Robben. Dia kemudian dipindahkan ke lokasi lain dan menjadi tahanan rumah.

Pada 1989, F.W. de Klerk menjadi Presiden Afrika Selatan dan mulai membongkar apartheid. De Klerk mencabut larangan terhadap ANC, menunda eksekusi, dan pada Februari 1990 memerintahkan pembebasan Nelson Mandela.

Mandela kemudian memimpin ANC dalam negosiasinya dengan pemerintah minoritas untuk mengakhiri apartheid dan pembentukan pemerintahan multiras. Pada 1993, Mandela dan de Klerk bersama-sama dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian. Satu tahun kemudian, ANC memenangkan mayoritas elektoral dalam pemilihan umum pertama yang bebas di negara itu, dan Mandela terpilih sebagai presiden Afrika Selatan.

Mandela pensiun dari politik pada 1999, tetapi tetap menjadi advokat global untuk perdamaian dan keadilan sosial hingga meninggal pada Desember 2013.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini