Jenderal Dudung sendiri juga pernah mengakui bahwa dirinya seorang santri. Dia mengklaim tidak pernah meninggalkan salat lima waktu dan puasa. "Saya santri saya tidak pernah lewat (salat) lima waktunya, tidak pernah lewat puasanya. Jadi kalau saya mengatakan menjauhi Islam salah betul," katanya.
Dudung juga kerap menyampaikan kultum ketika mengunjungi para prajurit. Salah satu yang ia sampaikan saat kultum dan kemudian disalahtafsirkan adalah jangan sampai ada yang mendalami agama tanpa adanya bimbingan ustaz. Namun kalimat itu dipotong sehingga muncul tudingan Dudung ingin menjauhi agama.
"Di kultum itu saya menyampaikan kalau mempelajari agama jangan terlalu mendalam kalau tidak ada ustaznya, tidak ada kiainya, tidak ada guru. Ya tapi kalimat itu dipotong. Makanya kalau saya sampaikan benar sekali pun itu jadi persoalan," ujar dia.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.