Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Ibunda Gajah Mada Bunuh Diri karena Rasa Bersalah

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 12 Februari 2022 |07:01 WIB
Kisah Ibunda Gajah Mada Bunuh Diri karena Rasa Bersalah
Makam Dewi Andongsari di Lamongan (Foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Dewi Andongsari yang konon merupakan ibunda dari Mahapatih Gajah Mada disebutkan bunuh diri setelah merasa bersalah kepada hewan peliharaannya.

Juru kunci makam, Jumain menjelaskan, menurut cerita tutur, Dewi Andong Sari adalah satu di antara selir raja pertama Majapahit, Raden Wijaya. Ia dibuang dan akan dibunuh karena fitnah yang menyebut ia hamil dari hasil perselingkuhan.

Namun ia tak dibunuh, Dewi Andong Sari hanya diasingkan di atas bukit di dalam hutan oleh prajurit kerajaan. Bukit inilah yang sekarang disebut Gunung Ratu.

Tak lama tinggal di sana, Dewi Andong Sari melahirkan seorang bayi laki-laki. Dia merupakan Gajah Mada.

Saat ia hendak turun dari bukit, Dewi Andong Sari menitipkan bayinya pada dua hewan peliharaan yang selama ini menemaninya, seekor kucing bernama condromowo dan seekor musang putih.

Dua hewan ini melawan seekor ular besar yang hendak memangsa bayi Dewi Andong Sari hingga mulut mereka berlumuran darah.

Baca juga: Akhir Kisah Jayanegara, Raja Kedua Majapahit Tewas Ditusuk Abdi Dalemnya Sendiri

Tapi, Dewi Andong Sari yang baru tiba dari mandi di sendang bawah bukit, justru mengira peliharaannya tersebut telah memakan si bayi. Padahal bayi tersebut masih hidup dan tersembunyi di balik dedaunan.

Lalu Dewi Andong Sari bunuh diri di Gunung Ratu. Ia merasa bersalah telah membunuh kucing condromowo dan musang putih.

Baca juga: Jurus Berkelit dan Menjilat Ala Gajah Mada, Agar Siasat Membunuh Raja Malaka Tak Terdeteksi

Makam Dewi Andong berada di Lamongan tepatnya di Gunung Ratu, Desa Cancing, Kecamatan Ngimbang, terdapat makam Dewi Andongsari.

Ki Gede Sidowayah seorang pamong desa saat itu yang menemukan bayi Dewi Andong Sari. Ia juga yang mengubur jasad wanita cantik itu, juga kucing dan musang yang telah mati.

Bayi Dewi Andong Sari oleh Ki Gede Sidowayah dititipkan kepada adik perempuannya, Janda Wara Wuri di Modo.

Anak Dewi Andong Sari dijuluki Joko Modo (seorang jejaka yang berasal dari Modo). Ketika menginjak dewasa, Joko Modo dibawa Ki Gede Sidowayah ke Malang untuk menjadi seorang prajurit Majapahit dan nantinya menjadi mahapatih dengan nama Gajah Mada.

Baca juga: Aksi Heroik Gajah Mada Selamatkan Raja Majapahit yang Hendak Dibunuh saat Tidur Pulas

Komplek makam Dewi Andong Sari terlihat rapi setelah dipugar. Ada dua tempat semacam pendopo kecil untuk beristirahat pengunjung.

Kuburan kucing condromowo dan garangan putih (musang) terletak di atas tanah tepat di samping makam.

Baca juga: Gajah Mada Disebut Dalang Atas Tewasnya Raja Majapahit Jayanagara

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement