Share

Pelajar 16 Tahun Dicabuli Seniornya hingga 7 Kali, Berawal Neduh saat Hujan

Demon Fajri, Okezone · Senin 14 Februari 2022 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 340 2547211 pelajar-16-tahun-dicabuli-seniornya-hingga-7-kali-berawal-neduh-saat-hujan-NJk3EcmXLE.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

BENGKULU - Seorang pelajar berusia 16 tahun, di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, diduga menjadi korban perbuatan cabul oleh teman dekatnya, berinisial NA (20), warga Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong. 

Dugaan perbuatan tidak senonoh itu berawal saat pelaku selaku senior korban di Paskibra menanyakan perihal seleksi paskibraka kepada korban melalui pesan elektronik, pada 18 Oktober, sekira pukul 19.00 WIB.

Keesokan harinya, sekira pukul 13.00 WIB, pelaku datang menjemput korban menggunakan sepeda motor untuk mengajak perempuan 16 tahun itu makan dan jalan-jalan.

Namun, ajakan tersebut hanya modus pelaku. Di mana dalam perjalanan pelaku mengajak korban ke rumahnya, lantaran cuaca hujan dan ingin berteduh.

Saat itu, rumah dalam keadaan kosong sehingga dimanfaatkan pelaku untuk melakukan perbuatan asusila kepada korban. Tangan korban pun ditarik ke dalam rumah. Lalu, pelaku langsung berbuat pelecehan kepada korban.

 Baca juga: Bejat! Guru Ngaji di Subang Cabuli 6 Muridnya di Musala, Modusnya Terungkap

''Dugaan perbuatan asusial itu pertama kali dilakukan di dalam rumah terduga pelaku,'' kata Kapolres Lebong, AKBP Awilzan didampingi Kasat Reskrim Iptu Alexander, Senin (14/2/2022).

Perbuatan asusila itu, kata Alex, sudah dilakukan pelaku sebanyak 7 kali. Terakhir, korban melakukan perbuatannya pada tanggal 28 Desember 2021 di salah satu hotel di Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong.

Antara pelaku dan korban memiliki hubungan asmara. Namun, saat didatangi orangtua korban, pelaku justru menolak untuk bertanggung jawab atas perbuatannya dan memilih kabur.

''Orangtua korban melaporkan tindak asusila itu ke Mapolres Lebong. Sesuai LP Nomor: LP/B/04/I/2022,Satreskrim/Polres Lebong/Polda Bengkulu tertanggal 06 Januari 2022,'' jelas Alex. 

Atas perbuatannnya, terduga pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (1) Jo 76D dan (3) UU RU Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2022, tentang Perlindungan Anak, JO UU RI No 17 tahun 2016, tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Atas UU No 23 tahun 2022, tentang Perlindungan Anak menjadi UU JO Pasal 82 ayat (1) JO 76 E dan Ayat (2) UU RI No 35 tahun 2014, tentang Perubahan Atas UU RI No 23 tahun 2022, tentang Perlindungan Anak JO UU RI Nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Perpu No 1 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

''Berkat koordinasi dengan Jatanras dan Polres Kota Bengkulu, terduga pelaku NA berhasil diamankan kepolisian pada tanggal 12 Februari 2022. Atas perbuatannya NA terancam hukuman penjara masimal 15 tahun dan denda Rp 5 Miliar,'' pungkas Alex. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini