Share

Sejarah 18 Februari: Planet Pluto Ditemukan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 18 Februari 2022 01:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 17 18 2548808 sejarah-18-februari-planet-pluto-ditemukan-U6RWu3FjK0.jpg Planet Pluto (Foto: NASA/ Southwest Research Institute)

ARIZONA - Pluto, pernah diyakini sebagai planet kesembilan, ditemukan di Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, oleh astronom Clyde W. Tombaugh pada 18 Februari 1930.

Keberadaan planet kesembilan yang tidak diketahui ini pertama kali diusulkan oleh Percival Lowell, yang berteori bahwa goyangan di orbit Uranus dan Neptunus disebabkan oleh tarikan gravitasi benda planet yang tidak diketahui.

Lowell menghitung perkiraan lokasi planet kesembilan yang dihipotesiskan dan mencari selama lebih dari satu dekade tanpa hasil. Namun, pada 1929, dengan menggunakan perhitungan Lowell dan W.H. Pickering sebagai panduan, pencarian Pluto dilanjutkan di Observatorium Lowell di Arizona.

Baca juga: Peneliti Temukan Pegunungan Salju di Planet Pluto

Pada 18 Februari 1930, Tombaugh menemukan planet kecil yang jauh dengan menggunakan teknik astronomi baru dari pelat fotografi yang dikombinasikan dengan mikroskop kedip. Temuan itu pun dikonfirmasi oleh beberapa astronom lain. Lalu pada 13 Maret 1930 penemuan Pluto diumumkan kepada public. Tanggal penemuan ini juga sama dengan peringatan kelahiran Lowell dan penemuan Uranus oleh William Herschel.

Baca juga: Jadi Planet Terjauh, Berapa Lama Waktu 1 Tahun di Pluto?

Dengan suhu permukaan diperkirakan sekitar -360 Fahrenheit, Pluto dengan tepat diberi nama Romawi untuk dewa dunia bawah dalam mitologi Yunani. Jarak rata-rata Pluto dari matahari hampir empat miliar mil, dan dibutuhkan sekitar 248 tahun untuk menyelesaikan satu orbit.

Pluto juga memiliki orbit paling elips dan miring dari planet mana pun, dan pada titik terdekatnya dengan matahari ia melewati orbit Neptunus, planet kedelapan.

Setelah penemuannya, beberapa astronom mempertanyakan apakah Pluto memiliki massa yang cukup untuk mempengaruhi orbit Uranus dan Neptunus.

Pada 1978, James Christy dan Robert Harrington menemukan satu-satunya bulan Pluto yang diketahui, Charon, yang diperkirakan memiliki diameter 737 mil hingga 1.428 mil Pluto. Bersama-sama, diperkirakan bahwa Pluto dan Charon membentuk sistem planet ganda, yang memiliki massa yang cukup untuk menyebabkan goyangan di orbit Uranus dan Neptunus.

Namun, pada Agustus 2006, Persatuan Astronomi Internasional mengumumkan bahwa Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet, karena aturan baru yang mengatakan bahwa planet harus "membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya". Karena orbit bujur Pluto tumpang tindih dengan orbit Neptunus, ia didiskualifikasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini