Pada 1968, Kongres AS meloloskan Rancangan Undang-undang Uniform Monday Holiday Bill, yang memindahkan beberapa hari libur federal ke hari Senin. Perubahan itu dimaksudkan untuk menjadwalkan hari libur tertentu sehingga para pekerja bisa menikmati akhir pekan yang panjang, tetapi rancangan undang-undang itu ditentang oleh mereka yang percaya bahwa hari libur itu harus dirayakan persis pada tanggalnya.
Ketika berlangsung perdebatan tentang RUU tersebut, ada saran agar hari libur Ulang Tahun Washington diganti namanya menjadi Hari Presiden untuk menghormati hari ulang tahun Washington (22 Februari) dan Abraham Lincoln (12 Februari). Meskipun ulang tahun Lincoln dirayakan di banyak negara bagian, hari itu tidak pernah menjadi hari libur federal resmi. Setelah banyak perdebatan, Kongres menolak perubahan nama tersebut.
Namun, setelah undang-undang tersebut berlaku pada 1971, Presidents Day menjadi nama yang diakui secara umum. Alasannya penggunaan nama itu digunakan para pengecer untuk mempromosikan penjualan dan kedekatan hari libur itu dengan hari ulang tahun Abraham Lincoln.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.