Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Putin Kirim Pasukan ke Donbass, AS Akan Umumkan Sanksi Baru Usai Koordinasi dengan Sekutu

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 22 Februari 2022 |14:32 WIB
Putin Kirim Pasukan ke Donbass, AS Akan Umumkan Sanksi Baru Usai Koordinasi dengan Sekutu
AS akan umumkan sanksi baru terkait putusan Rusia akui kelompok separatis Ukraina dan kirim pasukan (Foto: PiPa News)
A
A
A

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang berkoordinasi dengan sekutunya dan akan mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia sesegera mungkin pada Selasa (22/2) waktu setempat. Sanksi terbaru ini terkait dengan langkah Rusia yang mengakui dua wilayah Ukraina yang memisahkan diri sebagai wilayah independen dan mengirim pasukan "penjaga perdamaian" ke sana.

"Besok, Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan kedaulatan Ukraina serta integritas teritorial," terang Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Linda Thomas-Greenfield, kepada wartawan setelah pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB pada Senin (21/2) malam.

"Kami dapat, akan, dan harus bersatu dalam seruan kami agar Rusia menarik pasukannya, kembali ke meja diplomatik dan bekerja menuju perdamaian,” lanjutnya.

Baca juga: Putin Perintahkan Pasukan ke Wilayah pro-Rusia di Ukraina, Barat Peringatkan Serangan Pembuka

Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (21/2) mengakui dua wilayah Ukraina yang memisahkan diri sebagai wilayah independen dan mengatakan kepada kementerian pertahanan Rusia untuk mengerahkan pasukan ke dua wilayah tersebut untuk "menjaga perdamaian", meningkatkan ketegangan dengan Barat atas Ukraina.

 Baca juga: Putin Kirim Pasukan ke Donbass, AS Bersikap Menunggu dan Melihat

Pejabat pemerintahan Biden mengatakan langkah Putin tidak memicu paket sanksi luas yang telah dikerjakan AS dan sekutunya jika Rusia menginvasi Ukraina karena Rusia sudah memiliki pasukan di wilayah tersebut.

Namun Gedung Putih mengumumkan sanksi yang terpisah, lebih ringan dan lebih bertarget, sebagai tanggapan.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan langkah-langkah tambahan akan datang pada Selasa (22/2). Paski menegaskan sanksi terbaru ini akan lebih diarahkan ke Rusia.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengeluarkan perintah eksekutif yang "melarang investasi, perdagangan, dan pembiayaan baru oleh orang-orang AS ke, dari, atau di wilayah yang disebut DNR dan LNR Ukraina", yang memproklamirkan diri Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk.

Reuters tidak dapat menentukan sanksi apa yang mungkin diumumkan pada Selasa (22/2). Namun pemerintahan Biden disebut-sebut telah menyiapkan paket sanksi awal terhadap Rusia yang mencakup larangan lembaga keuangan AS memproses transaksi untuk bank-bank besar Rusia.

Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menghancurkan ekonomi Rusia dengan memotong hubungan perbankan "koresponden" antara bank-bank Rusia yang ditargetkan dan bank-bank AS yang memungkinkan pembayaran internasional.

AS juga akan menggunakan alat sanksi yang paling kuat terhadap individu dan perusahaan Rusia tertentu dengan menempatkan mereka di daftar Warga Negara yang Ditunjuk Khusus (SDN), secara efektif mengeluarkan mereka dari sistem perbankan AS, melarang perdagangan mereka dengan orang Amerika dan membekukan aset AS mereka.

Pada akhir Januari lalu, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintahan Biden berencana akan menghentikan ekspor AS jika Rusia menginvasi Ukraina, dan fokus pada penargetan sektor industri. Pejabat keamanan nasional Gedung Putih Peter Harrell dalam pidatonya di Massachusetts mengatakan "orang-orang kunci atau penting" juga akan menghadapi "sanksi besar-besaran".

Langkah-langkah pengendalian ekspor juga dapat diumumkan sebagai bagian dari paket sanksi tetapi mungkin tidak akan memiliki dampak langsung yang sama. Namun hal ini bisa menurunkan kemampuan Rusia untuk memiliki produksi industri di beberapa sektor utama.

Harrell tidak merinci sektor-sektor tersebut, tetapi pejabat Gedung Putih lainnya telah menyebutkan penerbangan, maritim, robotika, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan pertahanan.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement