Share

Cirebon PPKM Level 4, tapi Tingkat Hunian Rumah Sakit Masih Terkendali

Hasan Hidayat, MNC Portal · Rabu 23 Februari 2022 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 340 2551741 cirebon-ppkm-level-4-tapi-tingkat-hunian-rumah-sakit-masih-terkendali-WqVV9TvnFX.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

CIREBON - Berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan, Kota Cirebon sudah masuk pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 sejak hari Rabu 16 Februari 2022.

Di mana, kasus konfirmasi Positif Covid-19 di Kota Cirebon setiap harinya terus meningkat, leveling tersebut diperkuat dengan terbitnya Inmendagri Nomor 12 Tahun 2022.

Sekertaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengakui kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Cirebon terus mengalami peningkatan. Bahkan, pada hari Sabtu 19 Februari 2022 mengalami penambahan yang tinggi.

"Kita akui, penambahan kasus konfirmasi demikian cepat seiring dengan upaya tracing dan testing nya. Walaupun secara indikator tracing kita masih rendah, tapi karena hasil tracing dari yang terkonfirmasi menjadi konfirmasi, maka akan semakin kecil hasil tracingnya," ujar Agus Mulyadi, Rabu (23/2/2022).

Kemudian, kondisi rawat inap di rumah sakit terjadi peningkatan, sesuai dengan standar WHO 30 per seratus ribu penduduk. Sedangkan Kota Cirebon mencapai kurang lebih 59 per seratus ribu penduduk yang di rawat inap.

"Tapi yang paling diyakini dan melihat fenomena adalah tingkat hunian di rumah sakit yang masih terkendali. Terakhir, BOR (bed occupancy rate) masih 37 persen, walupun ada peningkatan kapasitas di RS Gunung Jati dan Ciremai," kata Agus.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pihaknya ingin mendorong bahwa, yang sedang menjalani isolasi yang gejala ringan, bisa dilakukan isolasi mandiri di rumah. Karena, menurut Agus, menjadi bagian dari pertimbangan penilaian asesmen.

"Insya Allah fatalitasnya rendah, kecuali memang kelompok rentan seperti lansia yang punya komorbid dan belum vaksin. Kuncinya seperti kata Pemerintah Pusat yaitu protokol kesehatan dan akselerasi vaksinasi termasuk yang booster," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini