Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembangkit Nuklir Terbakar, Menlu Ukraina: Rusia Menembak dari Semua Sisi

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 04 Maret 2022 |09:00 WIB
Pembangkit Nuklir Terbakar, Menlu Ukraina: Rusia Menembak dari Semua Sisi
PLTN di Ukraina terbakar (Foto: Reuters)
A
A
A

UKRAINA - Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan pasukan Rusia "menembak dari semua sisi" di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, pembangkit listrik terbesar di Eropa. Hal ini memicu pembangkit nuklir terbakar.

Pejabat setempat mengatakan bahwa kebakaran terjadi di pembangkit nuklir karena serangan penembakan tersebut.

"Rusia harus SEGERA menghentikan tembakan, mengizinkan petugas pemadam kebakaran, membangun zona keamanan!" tulisnya di Twitter.

Laura Rockwood, direktur nirlaba Jaringan Nuklir Terbuka, sebelumnya mengatakan kepada Radio 4 BBC bahwa perang dapat berdampak pada jaringan listrik Ukraina, yang bergantung pada tenaga nuklir.

Baca juga: Diduga Akibat Baku Tembak Pasukan Rusia dan Ukraina, Pembangkit Nuklir Terbesar di Eropa Terbakar

Dia mengatakan aktivitas militer di sekitar pabrik menimbulkan dua risiko langsung terhadap instalasi nuklir - potensi kerusakan pada infrastruktur pabrik dan membahayakan personelnya, atau kerusakan yang jauh lebih serius yang mempengaruhi kemampuan operasional pabrik yang dapat menyebabkan kehancuran.

Baca juga: Asal-usul Pembangkit Nuklir Chernobyl yang Jadi Sorotan di Perang Rusia-Ukraina

Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan pihaknya telah melakukan kontak dengan pihak berwenang Ukraina atas laporan penembakan di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.

Seorang juru bicara pembangkit melalui media sosial (medsos) meminta agar pasukan Rusia "menghentikan tembakan senjata berat".

“Ada ancaman nyata bahaya nuklir di stasiun energi atom terbesar di Eropa,” kata Andriy Tuz dalam sebuah video di Telegram, menurut Associated Press.

Tuz mengatakan pembangkit itu diserang langsung dari tembakan Rusia dan petugas pemadam kebakaran tidak dapat mendekati api yang telah berkobar.

Dia menambahkan, reaktor yang terbakar itu sedang direnovasi dan saat ini tidak beroperasi, tetapi mengandung bahan bakar nuklir. Zaporizhzhia dilaporkan menyumbang sekitar 25% dari kekuatan negara.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement