Share

Stok Rudal dan Senjata Mutakhir Rusia Habis, Ukraina Sebut Menang Perang 48 Jam Lagi

Aan haryono, Koran SI · Selasa 08 Maret 2022 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 18 2558206 stok-rudal-dan-senjata-mutakhir-rusia-habis-ukraina-sebut-menang-perang-48-jam-lagi-49FnQE6D9X.jpg persenjataan berat Rusia/ AFP

JAKARTA - Perang Rusia Ukraina memakan banyak korban jiwa dari keduabelah pihak, baik tentara maupun rakyat sipil.

 (Baca juga: Ukraina Klaim Telah Tewaskan 2 Jenderal dan 11.000 Tentara Rusia)

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin mengatakan, Rusia harus membayar mahal invasi yang dilakukan ke Ukraina. Setidaknya USD 20 miliar per hari merupakan harga yang harus dibayar Rusia akibat perang di Ukraina.

Vasyl mensinyalir Rusia mulai melemah dalam upaya invasinya. Dia bahkan mengklaim Ukraina akan memperoleh kemenangan dalam 48 jam lagi.

 (Baca juga: Bintang Film Ukraina Tewas dalam Pengeboman Rusia, Ini Perannya dalam Pasukan Pertahanan)

“Rusia di tengah kebingungan karena rencana sebelumnya untuk memenangi perang dengan Ukraina paling lama tiga hari. Nyatanya, tentara Rusia tidak menguasai satu pun kota besar di Ukraina selama 12 hari perang berlangsung,” katanya, Selasa (8/3/2022).

Menurut Vasyl, dalam waktu 3-4 hari sumber daya industri pertahanan Rusia akan habis. Stok rudal dan senjata mutakhir pun habis. Sementara untuk produksi disetop karena kekurangan komponen dari Eropa dan negara-negara maju.

Rusia, kata dia, kekurangan suku cadang, komponen dan sumber daya alam. Rusia memiliki dana tetapi senjata dan sumber daya industri tidak lagi ada.

“Satu-satunya harapan Rusia ingin Ukraina menyerah. Namun, Ukraina akan bertahan dan kemenangan Ukraina sudah dalam hitungan jam. Yang penting bertahan kisaran 36-48 jam lagi,” ungkap Vasyl.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Dia menambahkan, perang tak berperikemanusiaan cepat atau lambat pasti akan berakhir. Lebih cepat lebih baik.

Karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat untuk setiap negara mengambil tindakan nyata. Setidaknya, menyatakan posisi secara tegas. “Jangan diam,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini