Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menengok Keunikan Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok di Malang

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 08 Maret 2022 |07:58 WIB
Menengok Keunikan Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok di Malang
Situs Srigading peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Malang (Foto: MNC Portal)
A
A
A

MALANG - Situs Srigading peninggalan Kerajaan Mataram Kuno disebut memiliki bentuk yang unik dan berbeda. Hal ini terlihat dari penuturan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, dari tiga kali ekskavasi atau penggalian yang dilakukan BPCB Jatim sejak awal Februari 2022.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, di bagian tengah candi Situs Srigading terdapat sebuah bangunan yang disebut sumuran. Di mana secara umum bangunan sumuran candi ini biasanya berbentuk segi empat, yang menggambarkan konsep hubungan dunia nyata saat ini dengan dunia bawah atau dunia kematian.

"Sedangkan kalau bagian atap ada lubang, menjulang, menghubungkan antara dunia kita dengan dunia khayangan. Terkait sumuran ini, pertama biasanya, berbentuk segi empat. Tapi di situs Srigading, itu berbentuk L," kata Wicaksono Dwi Nugroho, ditemui MNC Portal di Situs Srigading, Lawang, Malang.

Menurut Wicaksono, di bangunan sumuran candi Situs Srigading di sisi barat daya terdapat satu konstruksi yang membuat konstruksi bangunan candi tidak lagi segi empat.

Baca juga: Kisah Horor Raksasa Penunggu Batu Candi di Situs Srigading, Sering Ganggu Bikin Warga Ketakutan

"Jadi pada sudut barat daya, dia ada satu konstruksi lagi, sehingga tidak berbentuk segi empat. Ini merupakan satu keanehan tersendiri. Luasan sumuran juga 3 x 3 meter, cukup besar untuk candi sebesar 8x8 meter dengan pondasi 10 x 10 meter," ungkapnya.

Baca juga: Penemuan Tertua di Jatim, 3 Arca dan Benda Bersejarah di Situs Srigading

Di dalam sumuran ini terdapat beberapa temuan benda - benda artefak yang difungsikan sebagai persembahan - persembahan yang biasanya disertakan ketika upacara pendirian candi dilakukan.

"Yang paling utama biasanya ada lempeng-lempeng emas yang bertuliskan mantra. Di sini kita belum menemukan, tapi justru menemukan temuan lain yang terbuat dari tembaga atau perunggu dan besi," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement