Menariknya selain temuan tembaga atau perunggu dan besi, ada juga temuan tiga tempat dan alat pertanian yang ada di setiap sudut dari sumuran itu. "Ini secara gegabah, saya teringat menjadi bekal kubur. Di mana pada saat masa prasejarah ketika orang meninggal ia ditanami alat - alat pusakanya, untuk mengantarkan itu ke dunia kayangan," jelasnya.
"Apakah peripih yang di Srigading ini berupa relik atau artefak berada di empat sudut itu atau seperti konsep peripih yang kita temukan di candi lain. Ini masih dalam pencarian kita dan ini yang membuat Srigading menjadi menarik," tandasnya.
Sebagai informasi BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi tiga tahap di Situs Srigading Malang. Ekskavasi pertama dilakukan pada 7 - 12 Februari 2022 dimana diekskavasi pertama menggali bagian utara dan barat candi. Diekskavasi ini tim BPCB menemukan fragmen relief dan batu ratna atap candi, yang ditemukan di sisi barat candi.
Baca juga: BPCB: Area Sebaran Candi Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok Meluas
Sedangkan di ekskavasi dua dilangsungkan mulai Senin (21/2/2022) sampai Sabtu (26/2/2022). Di ekskavasi tahap kedua ini, BPCB Jatim fokus membuka sisi timur dan selatan candi. Temuannya, tiga buah arca Nandaiswara yang sebelumnya sempat disebut Agastya yang ditemukan pada Selasa (22/2/2022), serta arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat (25/2/2022).
Baca juga: Arca dan Lingga Ditemukan di Situs Srigading Malang Kuatkan Peninggalan Mataram Kuno