Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK ke Pemda Babel : Setiap Rupiah Harus Dikelola untuk Kepentingan Rakyat!

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Rabu, 09 Maret 2022 |11:31 WIB
KPK ke Pemda Babel : Setiap Rupiah Harus Dikelola untuk Kepentingan Rakyat!
Wakil Ketua KPK Nuruf Ghufron (Foto : KPK)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron hadir langsung dalam rapat koordinasi pemberantasan korupsi terintegrasi dengan Pemda se-Provinsi Bangka Belitung. Dalam kesempatan itu, Ghufron mengingatkan tugas Pemda untuk mengelola anggaran dan membelanjakannya secara transparan dan akuntabel.

"Serta memastikan bahwa setiap rupiah yang dihimpun dari rakyat dikelola dan digunakan untuk kepentingan rakyat," tegas Ghufron melalui keterangan resminya, Rabu (9/3/2022).

Lebih lanjut, Ghufron juga mengingatkan kepada kepala daerah se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bergandeng tangan mewujudkan pemerintahan Babel Raya yang adil, makmur, tanpa korupsi. Hal itu, kata Ghufron, perlu komitmen dan koordinasi dari seluruh elemen pemerintah maupun penegak hukum di Babel.

“Tujuan koordinasi ini adalah supaya kita satu visi yang sama yaitu Babel Raya. Kedua untuk memahami posisi dan konsisten dengan posisi masing-masing, dan ketiga saling menguatkan," katanya.

Ghufron juga menjelaskan beberapa jenis dan bahaya korupsi yang harus dihindari setiap kepala daerah, aparat penegak hukum serta pejabat negara lainnya. Ia meminta agar fungsi pengawasan oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) terus diperkuat sebagai fungsi kontrol.

"APIP adalah pengerem Bapak/Ibu, yang akan mengingatkan potensi dan risiko korupsi," terangnya.

Dalam rakor tersebut, dipaparkan juga capaian dan perkembangan dari masing-masing pemda. KPK memberikan apresiasi kepada tiga pemda yang memperoleh skor Monitoring Center for Prevention (MCP) tertinggi se-Babel, yaitu Pemkab Bangka Tengah (76,2%); Pemkab Bangka (75,9%); dan Pemprov Kep. Babel (72,6%) yang meraih skor di atas rata-rata skor pemda di Babel, yaitu 61%.

Ghufron menyampaikan bahwa skor MCP menggambarkan komitmen dan keseriusan pemda melakukan langkah-langkah pencegahan. "Tapi pemda tidak boleh berhenti pada capaian skor semata. Skor MCP adalah angka-angka administrasi yang merupakan ikhtiar pemda," pungkasnya.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement