INDONESIA dan Uni Soviet, atau sekarang menjadi Rusia, dikenal mempunyai hubungan yang dekat ketika Soekarno menjabat sebagai Presiden Indonesia. Simbol keakraban dua negara ini ditandai dengan pemberian pesawat hingga Masjid Biru Soekarno di Rusia.
Berikut fakta kedekatan Soekarno dengan Uni Soviet.
1. Pemberian Hadiah Pesawat Ilyushin Il-14
Kedekatan Soekarno dengan Rusia terlebih dengan Nikita Khrushchev terjalin cukup lama. Diketahui Indonesia mendapat hadiah dari Uni Soviet berupa pesawat Ilyushin Il-14.
Penyerahan pesawat itu dilakukan di Bandara Pangkalan Militer Udara Halim Perdanakusuma pada 24 Januari 1957. Penyerahan pesawat ini juga disaksikan oleh Duta Besar Uni Soviet Zhukov dan pejabat tinggi Indonesia.
Soekarno pun langsung memberi nama pesawat pemberian Uni Soviet tersebut dengan nama Dolok Martimbang. Dolok Martimbang merupakan gunung yang berada di Sumatera Utara. Pesawat tersebut resmi digunakan sebagai pesawat kepresidenan pada 16 April 1957.
2. Kunjungan PM Uni Soviet Nikita Khrushchev ke Indonesia
Pada 18 Februari-1 Maret 1960, Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khrushchev melakukan kunjungan pertamanya ke Indonesia usai perang. Ketika itu, Uni Soviet diwakilkan PM Nikita Khrushchev berkunjung secara resmi ke Indonesia. Nikita Khrushchev bersama rombongan tiba di Indonesia pada 18 Februari dan mendapat sambutan meriah dari Pesiden Soekarno beserta jajaran kabinet.
Ia dan rombongan menghabiskan waktu di Indonesia selama dua minggu. Selain Jakarta, PM Uni Soviet ini juga mengunjungi beberapa kota di Indonesia seperti Bali, Bandung, Bogor, Surabaya hingga Yogyakarta. Pada 18 Februari 1960 malam hari, pemerintah Indonesia pun melakukan jamuan makan malam.
3. Masjid Biru Soekarno di Rusia
Di Uni Soviet (saat ini Rusia) terdapat sebuah masjid yang mempunyai keterikatan dengan Indonesia. Masjid tersebut adalah Blue Mosque atau Masjid Soekarno.
Pada 1956, Soekarno melakukan kunjungan ke Uni Soviet guna memenuhi undangan Nikita Khrushchev. Saat itu, Soekarno mengunjung Kota Leningrad (kini Kota Saint Petersburg). Perhatian Bung Karno terarah pada menara dengan kubah berwarna biru dan simbol bulan sabit.
Bung Karno pun kaget karena bangunan masjid ketika itu dialihfungsikan sebagai gudang. Soekarno meminta kepada Nikita Khrushchev agar pemerintah Uni Soviet mengembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah.
Saat itu, Rusia yang sangat menghormati Soekarno akhirnya mengabulkan permintaannya. Sepuluh hari setelah kunjungan Presiden Soekarno, bangunan ini kembali menjadi masjid. Hingga saat ini, banyak Muslim setempat yang menyebut masjid itu sebagai Masjid Soekarno.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.