Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sosok Dokter Sunardi yang Ditembak Mati Densus Berikut Sejumlah Faktanya

Bramantyo , Jurnalis-Jum'at, 11 Maret 2022 |16:12 WIB
Sosok Dokter Sunardi yang Ditembak Mati Densus Berikut Sejumlah Faktanya
Dokter Sunardi/Tangkapan layar media sosial
A
A
A

SUKOHARJO - Dokter Sunardi menjadi perbincangan pubilik setelah dia ditembak mati karena melawan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

(Baca juga: Ditembak Mati Densus 88, Istri dr Sunardi Ternyata Juga Berprofesi sebagai Dokter)

Pria yang tinggal di Rt 01/07 Bangunsari,Gayam,Sukoharjo ini dikenal sebagai seorang dokter yang jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

(Baca juga: Tersangka Teroris Tewas Ditembak Densus 88, Keluarga: Tuduhan Itu Tidak Mendasar!) 

"Yang saya kenal, beliau seorang dokter. Tapi dokter apa saya tidak tahu. Pokoknya dokter,"ujar Ketua Rt 01 Bambang Pujiana saat berbincang dengan Okezone, Jumat (11/3/2022).

Kabid Perdagangan di Pemkab Sukoharjo ini menambahkan, Dokter Sunardi sangat jarang berinteraksi dengan warga. Bahkan, didalam grup WhatsApp RT, dirinya tak memasukan nama Dokter Sunardi.

"Saya tak memasukan namanya didalam grup (WhatsApp) lingkungan.Selama tinggal juga tidak ada sosialisasi dengan warga,"terang Bambang.

Bambang tidak mengetahui secara pasti dokter Sunardi berasal dari mana. Pasalnya, sejak tinggal dilingkungan dimana dirinya menjabat sebagai Ketua RT, Dokter Sunardi belum menyerahkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Pengenal (KTP).

"Tidak ada serahkan KK dan KTP. Tinggal bersama istri anaknya ada 4. Dia membuka praktek di rumah. Kalau saya lihat pasiennya juga tidak begitu banyak. (Tempat tinggal) tidak tahu pasti sendiri atau menyewa, Saya juga tidak begitu tahu,"terangnya.

Selama tinggal di Rt 01 Rw 07, ungkap Bambang, dokter Sunardi tak pernah membayar iuran sebesar Rp 25 ribu tiap bulannya. Meski jarang berinteraksi, namun Bambang mengakui bila dokter Sunardi rajin pergi sholat berjamaah di masjid.

"Selama saya jadi Ketua RT, Dokter Sunardi tak pernah membayar iuran sebesar Rp 25 ribu tiap bulannya. Tapi saya akui beliau sangat rajin ke masjid. Kebetulan saya juga takmir masjid. Palimg ketemu di masjid. Pas Maghrib dan isya. Dia ke masjid menggunakan tongkat karena kakinya cedera akibat kecelakaan,"tutupnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement