BARITO TIMUR - Kasus kematian babi akibat terpapar African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah terus terjadi.
Sejumlah desa yang mengalami kasus ASF yakni Desa Lalap, Kotam dan Ampari Bura di Kecamatan Patangkep Tutui dan Desa Gumpa dan Desa Matarah di Kecamatan Dusun Timur.
Camat Patangkep Tutui, Nina Marissa membenarkan adanya kasus ASF di beberapa desa, namun hingga kini dia belum mendapatkan laporan dari pemerintah desa jumlah kematian babi.
"Belum ada laporan masuk ke kami, mungkin ke dinas terkait," jawabnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia jumat.
Kades Gumpa, Salakman yang dihubungi mengungkapkan kasus kematian babi di desanya mulai muncul sejak dua minggu yang lalu. Kematian tersebut terus meningkat hingga mencapai sekitar 200 ekor.
"Biasanya tiga hari demam langsung mati. Sampai saat ini belum ada penanganan, kalau babi mati biasanya warga langsung kubur," ungkapnya.
Babi yang mati di Desa Gumpa rata-rata sudah besar, karena itu dia memperkirakan total kerugian akibat kematian babi mencapai ratusan juta rupiah.
"Kita rata-rata saja per ekor babi yang mati beratnya 30 kilogram, dikalikan 200 ekor, kemudian dikalikan harga daging babi Rp 45 ribu per kilo gram." jelasnya.