Share

Buaya Muara 300 Kg Diduga Pemangsa Warga Mukomuko Mati Usai Ditangkap

Demon Fajri, Okezone · Sabtu 12 Maret 2022 00:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 340 2560306 buaya-muara-300-kg-diduga-pemangsa-warga-mukomuko-mati-usai-ditangkap-bAHOgu6kuI.jpg Buaya muara mati usai ditangkap warga. (Foto: Demon Fajri)

BENGKULU - Seekor buaya muara di aliran sungai Selagan, Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, ditangkap warga setempat menggunakan tali tambang pada Kamis 10 Maret 2022. Sayangnya buaya tersebut mati keesokan harinya, Jumat (11/3/2022) sore.

Hewan dengan nama latin crocodylus porosus itu mati di kawasan komplek perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko. Di bagian mulut buaya masih menempel mata pancing yang diduga dijadikan jerat untuk menangkap buaya. 

Rencananya, buaya muara itu ingin dievakuasi ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, pada hari ini. Namun, belum sempat dibawa, buaya dengan bobot 300 Kilogram (Kg) itu sudah mati. 

Untuk memastikan kematian buaya, Balai KSDA mengautopsi hewan reptil dengan panjang sekira 4 meter tersebut di Rumah Potong Hewan (RPH) Padang Panaek, Desa Pasar Sebelah, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko.

Baca juga: Heboh Buaya 4 Meter Teror Warga Bantaran Sungai di Kalteng

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Said Jauhari membenarkan buaya muara yang ditangkap warga setempat sudah mati. 

''Iya, benar mati. Sekarang lagi proses autopsi oleh dokter hewan dan selanjutnya akan dikuburkan di Kabupaten Mukomuko,'' kata Said, saat dikonfirmasi, Jumat (11/3/2022), malam. 

Said mengatakan, di bagian mulut buaya muara masih menempel mata pancing yang dijadikan alat untuk menjerat buaya.

"Iya, kemungkinan besar akibat pancing yang masih di mulut buaya, kita menunggu hasil autopsinya juga," jelas Said.

Buaya jantan yang mati tersebut diduga sempat menerkam warga Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko, Sabri (50), hingga tewas, pada Senin 21 Februari 2022, ketlka menyelam mencari lokan di aliran sungai tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini