Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serbia Bersumpah Akan Menghukum Sukarelawan yang Pergi ke Ukraina untuk Perang Lawan Rusia

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 12 Maret 2022 |17:18 WIB
Serbia Bersumpah Akan Menghukum Sukarelawan yang Pergi ke Ukraina untuk Perang Lawan Rusia
Presiden Serbia Aleksandar Vucic (Foto: Anadolu Agency)
A
A
A

SERBIA - Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan hukum Serbia melarang warganya untuk secara sukarela berperang dalam perang asing, dan siapa pun yang melakukannya di Ukraina – di kedua sisi – akan menghadapi hukuman berat.

“Mengenai sukarelawan, karena kedua belah pihak telah meminta sukarelawan, KUHP Serbia – dan kami akan mengubahnya menjadi lebih ketat – melarang partisipasi dalam konflik apa pun yang tidak mempertahankan integritas teritorial Serbia,” kata Vucic pada Jumat (11/3) di sebuah konferensi dengan Menteri Luar Negeri Jerman.

“Siapa pun dari mereka yang berpikir mereka harus mengambil bagian dalam perang, kami akan menghukum berat sesuai dengan konstitusi dan hukum kami,” lanjutnya.

 Baca juga: Relawan Bersenjata Rusia Siap Beraksi di Ukraina

Kiev mengumumkan pekan lalu bahwa lebih dari 16.000 orang asing telah menjadi sukarelawan untuk Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahkan telah memerintahkan pencabutan semua pembatasan visa bagi mereka yang ingin datang dan berperang.

Baca juga: 100 Sukarelawan AS Akan Bergabung dengan Pasukan Ukraina, Bukan Tentara Bayaran

Pada Jumat (11/3), Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui permintaan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu agar Moskow menerima sukarelawan juga. Putin merujuk pada upaya perekrutan yang dilakukan Ukraina.

Shoigu secara khusus merujuk pada sukarelawan Suriah yang memerangi teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) dengan dukungan militer Rusia.

Serbia yang secara resmi menyatakan netral, baru-baru ini mengumumkan akan menghentikan kerjasama militer dengan NATO dan Rusia setelah Moskow memerintahkan pasukan ke Ukraina bulan lalu.

Beograd diketahui tidak ingin buru-buru bergabung dengan Uni Eropa (UE). Vucic sejauh ini menolak tekanan dari Brussels untuk bergabung dengan sanksi blok tersebut terhadap Rusia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock berada di Beograd pada Jumat (11/3) untuk meningkatkan tekanan kepada Rusia. Dia mengatakan bahwa bergabung dengan UE berarti kesiapan untuk menyelaraskan dengan posisi UE, termasuk mengenai masalah Ukraina.

Vucic berterima kasih kepada Baerbock karena menjelaskan posisi Berlin kepadanya secara langsung. Dia menambahkan bahwa sementara Jerman adalah mitra ekonomi dan politik terpenting Serbia di UE, namun memiliki posisi berbeda mengenai masalah tertentu, seperti Ukraina.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement