JAKARTA - Pejabat-pejabat Rusia mengklaim rumah sakit bersalin itu telah direbut oleh kelompok ekstremis Ukraina dan digunakan sebagai benteng mereka.
Mereka juga mengatakan tidak ada pasien atau petugas medis yang berada di dalam rumah sakit itu.
Duta Besar Rusia Untuk PBB dan Kedutaan Besar Rusia di London bahkan mengatakan foto-foto Associated Press itu sebagai “bohong” atau “palsu.”
Sejumlah wartawan AP yang telah melaporkan dari kota Mariupol yang diblokir sejak awal perang itu, mendokumentasikan serangan tersebut dan melihat langsung para korban serta kerusakan yang ditimbulkan.
Mereka mengambil foto dan video ketika sejumlah ibu hamil yang berlumuran darah melarikan diri dari bangsal rumah sakit yang dibom, sementara para petugas medis berteriak dan anak-anak menangis.
Tim AP pada Jumat (11/3) dan Sabtu (12/3) melacak sebagian korban yang dialihkan ke rumah sakit lain di pinggiran Mariupol. Selama lebih dari satu minggu kota pelabuhan di Sungai Azov itu tidak memiliki pasokan makanan, air bersih, listirk atau pemanas. Listrik dari generator darurat disiapkan untuk kamar operasi.
(Widi Agustian)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.