Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Tokoh Perempuan Hebat Asal Aceh, dari Sulthanah Shafiatuddin hingga Cut Nyak Dien

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Selasa, 15 Maret 2022 |06:34 WIB
4 Tokoh Perempuan Hebat Asal Aceh, dari Sulthanah Shafiatuddin hingga Cut Nyak Dien
Cut Nyak Dien (Ist)
A
A
A

Cut Nyak Dien

Nama Cut Nyak Dien juga dipastikan tidak akan absen dari deretan tokoh perempuan hebat asal Aceh. Ia ikut berperan dalam perang melawan penjajah Belanda. Perempuan bangsawan Aceh kelahiran tahun 1848 ini sudah mendapat pendidikan agama dari orang-orang di sekelilingnya. Cut Nyak Dien menikah dengan Teuku Ibrahim.

Namun, sang suami gugur dalam pertempuran dengan Belanda. Setelahnya, ia menikah lagi dengan panglima perangnya, Teuku Umar. Lagi-lagi, suaminya tewas di tangan Belanda. Setelah suaminya gugur, Cut Nyak Dien tetap melanjutkan perjuangannya melawan Belanda. Ia kemudian ditangkap Belanda dan diasingkan ke Sumedang pada 1905. Cut Nyak Dien meninggal dunia 3 tahun setelahnya, masih dalam kondisi diasingkan.

Cut Nyak Meutia

Tokoh perempuan hebat dari Aceh selanjutnya adalah Cut Nyak Meutia. Ia dikenal sebagai sosok perempuan cantik jelita dengan keberanian tinggi. Ia lahir di Aceh Utara, 15 Februari 1870 dan wafat dalam usia 40 tahun.

Kecantikan yang dimiliki Cut Nyak Meutia membuat ia digandrungi oleh banyak pria. Bahkan, penampilan dan sosok Cut Nyak Meutia dikatakan sama indahnya dengan mutiara. Ia akhirnya menikah saat usianya baru menginjak 20 tahun dengan Teuku Syamsarif. Namun, pernikahan keduanya tidak begitu bahagia. Sebab, Syamsarif sangat tunduk terhadap Belanda. Keduanya pun berpisah.

Cut Nyak Meutia kembali membangun rumah tangga bersama Teuku Cik Tunong. Bersama sang suami, Cut Nyak Meutia ikut memberikan perlawanan kepada Belanda yang kala itu sudah mulai menyerang Aceh. Ia tak segan keluar masuk hutan untuk melawan Belanda. Namun, Teuku Cik Tunong tertangkap Belanda dan dijatuhi hukuman mati.

Cut Nyak Meutia kemudian menikah lagi dengan seorang pejuang bernama Cik Pang Nangru. Keduanya sangat semangat dalam melakukan penyergapan patroli-patroli Belanda. Sudah banyak tentara yang tewas di tangan Cut Nyak Meutia. Sayangnya, ia gugur pada 1910 setelah 3 timah panas menembus tubuhnya. (diolah dari berbagai sumber/Ajeng Wirachmi/Litbang MPI)

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement