Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kitab Kuno Pujangga Kerajaan Kediri, Ada yang Berisi Momen Penculikan Wanita Cantik

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 22 Maret 2022 |08:04 WIB
Kitab Kuno Pujangga Kerajaan Kediri, Ada yang Berisi Momen Penculikan Wanita Cantik
Raja Jayabaya (foto: dok wikipedia)
A
A
A

KERAJAAN KEDIRI merupakan salah satu kerajaan besar di Pulau Jawa pada masanya. Di kerajaan yang dipimpin dengan Raja Termahsyur Prabu Jayabaya, karya sastra menjadi perhatian besar bagi raja. Tercatat ada tujuh karya sastra besar yang dihasilkan selama Kerajaan Kediri berkuasa, dari karya - karya sastra inilah sejarah dan gambaran Kerajaan Kediri dapat diketahui.

Sejumlah pujangga besar yang terkenal di zaman Kerajaan Kediri sebagaimana dikutip dari buku "Babad Tanah Jawi" dari tulisan Soedjipto Abimanyu, muncul dan menjadi penggores sejarah mengenai Kerajaan Kediri. Beberapa pujangga Mpu Panuluh, Mpu Sedah, hingga Mpu Monaguna, jadi deretan pujangga penulis kitab - kitab kuno era Kediri.

BACA JUGA:Mengenal Jayabaya dan Ronggowarsito, Tokoh Zaman Kerajaan yang Bisa Meramal 

Salah satu kitab kuno yang terkenal dari Kerajaan Kediri adalah Bharatayuddha karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Kakawin Bharatayuddha ini merupakan salah satu karya sastra Jawa kuno yang termahsyur. Kakawin ini menceritakan peperangan antara kaum Kurawa dan Pandawa, yang disebut peperangan Bharatayuddha.

Karya sastra ini digubah oleh Mpu Sedah dan belakangan diselesaikan oleh Mpu Panuluh ini dipersembahkan bagi Prabu Jayabaya pada 1135 - 1157 Masehi. Kitab ini ditulis pada sekitar akhir masa pemerintahan Raja Daha tersebut. Kakawin ini tepatnya selesai ditulis pada 6 November 1157.

BACA JUGA:Mengenal Sosok Guru Raja Jayabaya yang Buatnya Mampu Meramal Pulau Jawa 

Kitab kedua yang ditulis Mpu Panuluh adalah Kakawin Hariwangsa, salah satu karya sastra Jawa kuno ditulis saat Prabu Jayabaya memerintah pada tahun 1135 - 1157 Masehi. Kata hariwangsa secara harfiah berarti silsilah atau garis keturunan Sang Hari atau Wisnu. Cerita yang dikisahkan dalam bentuk kakawin ini adalah cerita ketika sang Prabu Kresna, titisan Batara Wisnu, ingin menikah dengan Dewi Rukmini dari negeri Kundina, putri Prabu Bismaka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement