Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelar Ratas, Jokowi Bahas Reshuffle Kabinet?

Kiswondari , Jurnalis-Rabu, 23 Maret 2022 |02:50 WIB
Gelar Ratas, Jokowi Bahas Reshuffle Kabinet?
Presiden Joko Widodo (Biro Pers)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Plate mengungkap, pihaknya mendapat undangan Rapat Terbatas (Ratas) pada Rabu 23 Maret 2022 siang. Undangan ratas itu menyusul kencangnya isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

“Besok (hari ini, red) saya ada undangan ratas,” kata Johnny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga:  Jokowi Dikabarkan Reshuffle Kabinet Akhir Maret, PAN Kebagian Jatah Menteri dan Wamen

Adapun tema Ratas, Johnny mengungkap bahwa undangan ratasnya mengenai beberapa agenda, salah satunya mengenai evaluasi perhelatan MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Undangan ratas. Undangan ratasnya pasti masalah yang terkait lah. Salah satunya tentang penyelenggaraan MotoGP Mandalika itu, yang lain belum ada pembicaraannya,” katanya.

Soal siapa saja menteri yang diundang, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem ini mengungkap bahwa tidak semua menteri, hanya menteri-menteri terkait saja karena ini Ratas.

“Enggak (semua menteri). Hanya menteri-menteri, kan rapat terbatas. Kalau rapat paripurna baru semuanya,” ujarnya.

Menurut Johnny, kalau Ratas Rapat Kabinet tentu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pimpin, lain halnya jika Presiden sedang berada di daerah.

“Kalau Ratas Rapat Kabinet, Presiden yang pimpin kecuali presiden berada di luar daerah,” tuturnya.

Baca Juga:  Survei: Publik Setuju Adanya Reshuffle, Siapa Menteri yang Patut Diganti?

Terkait isu reshuffle, Johnny meminta media untuk tidak menanyakan hal itu pada dirinya, karena merupakan domain presiden. Apalagi, terlalu banyak reshuffle diulang-ulang. Karena, reshuffle merupakan kewenangan presiden dan dilakukan sesuai kebutuhan presiden.

“Tapi kan presiden mengangkat kabinet bukan untuk reshuffle, untuk kabinetnya bekerja sebagai pembantu presiden. Nah, kalau hasil evaluasinya ada yang perlu diperbaiki atau dilengkapi atau bahkan diganti direposisi itu kewenangan presiden,” ujar Johnny.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement