Pemantauan tersebut dilakukan dengan pemberian pendampingan pada setiap calon pengantin agar setelah menikah calon orang tua mengetahui apa yang harus dilakukan terkait dengan gizi anak.
“Mereka tahu apa yang harus disiapkan sebelum menikah, sebelum hamil dan ngerti betul apa yang harus dilakukan karena belum tentu semua pengantin itu tahu. Meskipun punya uang banyak, tetapi kalau tidak tahu apa yang harus dilakukan, disiapkan akan menjadi keliru juga,” ucap Jokowi.
Jokowi meminta semua pemerintah, baik dari pusat, pemerintah daerah hingga masyarakat dapat bahu membahu mengentaskan permasalahan kekerdilan agar target 14 persen pada tahun 2024 tercapai.
“Tanpa kerja terpadu dari pemerintah kabupaten/kota, pemerintah kota, pemerintah pusat dan seluruh masyarakat, saya kira sangat sulit mencapai target yang telah kita tetapkan,” ujar dia.
Sebelumnya, data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 membeberkan Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi daerah dengan angka kekerdilan tertinggi di Nusa Tenggara Timur, yakni 48,3 persen.
Bahkan, secara nasional, kabupaten itu menduduki peringkat pertama untuk prevalensi balita mengalami kekerdilan di antara 246 kabupaten/kota di 12 provinsi prioritas.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.