JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi perhelatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (PRK MUI), Sabtu 27 Maret 2022.
Rakornas bertemakan “Optimalisasi Kepemimpinan Perempuan untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa Menyongsong Masyarakat 5.0” itu terselenggara guna mendukung posisi perempuan dalam peran pembangunan di Indonesia.
Menteri Bintang mengapresiasi rakornas tersebut dikarenakan posisi perempuan didukung oleh MUI sebagai pondasi penting pembangunan nasional.
“Banyak analisis yang menyatakan untuk mencapai pembangunan yang maksimal pada suatu bangsa, maka kaum perempuan harus maju dan berperan secara setara (dengan laki-laki) dalam pembangunan nasional,” tutur Ayu Bintang.
Baca juga: Presiden Jokowi Beri Atensi Khusus Terkait Kasus Guru Cabul di Bandung
Dia mengemukakan Rakornas Komisi PRK MUI merupakan agenda penting untuk menyatukan visi dan misi pembangunan bangsa. Ia menilai, ke depan akan muncul kesepahaman terkait kedudukan dan peran perempuan baik dalam kepemimpinan maupun pengambilan keputusan, khususnya bagi kaum muslimah di Indonesia.
Baca juga: Menteri PPPA: Usut Tuntas Kasus Novia Widyasari!
“Kaum perempuan turut memberikan andil dalam menyelesaikan persoalan serta pembangunan bangsa dengan pendekatan keagamaan, kecerdasan, maupun keilmuan, ” ungkap Ayu Bintang menjelaskan.
Menteri PPPA juga menyampaikan bahwa kemampuan intelektual sangat dibutuhkan di era kemajuan teknologi saat ini. Untuk itu, menurutnya, perempuan harus memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki atau bahkan lebih baik lagi.
“Rakornas yang dilaksanakan oleh Komisi PRK MUI ini sejalan dengan MoU yang telah disepakati antara Kementerian PPPA dengan MUI pada 14 Maret 2021, bahwa kami sepakat ingin menciptakan koordinasi yang efektif dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan meningkatkan peran perempuan,” ujarnya.
Ayu Bintang juga memaparkan, alasan mengapa perempuan harus maju mulai dari sisi agama, hingga kedudukan perempuan dan laki-laki di mata Tuhan adalah sama.
“Perempuan dan laki-laki harus saling mengisi dalam berbagai sektor untuk mencapai kehidupan yang lebih baik,” katanya menambahkan.
Baca juga: Amarah Jokowi Cermin Rusaknya Nasionalisme Aparatur Negara
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.