PRESIDEN Pertama Republik Indonesia, Sukarno merupakan sesosok tokoh yang dikagumi di dunia, terutama di sejumlah negara Eropa Timur dan pecahan Uni Soviet, yang memiliki kedekatan dengan Indonesia selama masa Perang Dingin.
Salah satu kisah yang menggambarkan besarnya nama Bung Karno, adalah ketika dirinya meminta kepada Pemimpin Uni Soviet Nikita Kruschev untuk “menemukan” makam dari perawi hadist terkemuka Islam, Imam Bukhari.
BACA JUGA:Kisah Hendra, Pelukis yang Pernah Bikin Mata Bung Karno Berkaca-kaca
Alkisah pada 1956, Nikita Kruschev mengundang Bung Karno ke Moskow. Bung Karno menyatakan kesediaannya untuk datang, dengan syarat Kruschev harus menemukan makam Imam Bukhari, yang diyakini berada di wilayah Uni Soviet.
Soviet kala membutuhkan dukungan Indonesia dalam melawan pengaruh Amerika Serikat (AS) di Kawasan Asia Tenggara, dan Bung Karno merupakan sososk yang penting dalam mendukung upaya tersebut.
BACA JUGA:Bung Karno Tertawa karena Kejahilan Hoegeng saat Sidang Kabinet