SEOUL – Pernikahan di negara-negara Barat biasanya identik dengan pengantin wanita mengenakan kerudung dan gaun putih. Sedangkan di negara-negara Asia, meskipun fakta bahwa jenis pernikahan menjadi lebih populer hari ini, namun pernikahan tradisional tidak pernah benar-benar ditinggalkan. Salah satunya adalah pernikahan tradisional Pyebaek.
Upacara pyebaek adalah tradisi penyatuan intim Korea yang secara historis dilakukan setelah upacara pernikahan utama untuk melambangkan masuknya pengantin wanita ke dalam rumah tangga suaminya.
Upacara pernikahan ini menjadi salah satu momen terpenting dan seringkali, paling dinikmati oleh tamu pernikahan. Pernikahan tradisional Korea ini menekankan pentingnya keluarga bagi orang Korea.
Pyebaek menampilkan tradisi sejarah Korea seperti membungkuk formal, upacara minum teh, dan pasangan menangkap chestnut dan kurma. Pengantin juga wajib memakai hanbok untuk melakukan berbagai ritual pernikahan.
Baca juga: 5 Ritual Unik di Pernikahan Tradisional Korea Selatan, Hanya Digelar 60 Menit
Di Korea, pengantin wanita secara historis akan tinggal di rumah mertuanya, menjadi bagian permanen dari keluarga mereka. Untuk alasan ini, pyebaek secara tradisional hanya melibatkan keluarga pengantin pria, pengantin pria, dan pengantin wanita.
Baca juga: Uniknya Tradisi Memukul Kaki Pengantin Pria di Korea Selatan
Dalam ritual ini, kehadiran bebek pernikahan sangat diperlukan. Sebelum upacara dimulai, bebek-bebek itu harus dibungkus dengan kain dan memperlihatkan kepalanya.