Menteri Pertahanan dan Keamanan pada Kabinet Pembangunan V, di masa Presiden Soeharto itu lalu pelan-pelan mengayunkan kakinya dalam langkah lebar. Namun melihat hal tersebut, sempat membuat hati Clara tercekat.
Keduanya sempat mengobrol banyak hal, bernostalgia ke masa lalu; pada 1970-an, Clara-lah yang membantu Benny menjalin korespondensi dengan para pejabat ASEAN. Saat itu, mereka mengobrol cukup lama, hingga tiba waktunya Benny untuk pamit pulang.
Di beranda kantor CSIS, Benny tiba-tiba menyetop langkahnya. Ia termangu memandang tangga turun di hadapannya, seolah-olah mengukur kemampuan melewatinya. Padahal, kata Clara, tangga itu cuma punya satu undakan pendek.
Clara mengaku sempat takut menggandeng Benny. Ia tak mau harga diri Benny sebagai jenderal runtuh karena dianggap tak becus berjalan. Akhirnya ia menggamit Benny, dan tak ditepis.
"Saat mobil Pak Benny pergi, saya langsung menangis. Orang sehebat beliau jadi enggak berdaya setelah sakit. Bahkan turun tangga aja dia enggak bisa," ucap Clara, akhir September 2014.
Sumber: Buku Benny Moerdani Yang Belum Terungkap
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.