"Jadi ibaratnya alsintan itu ditaxikan, disewakan kepada petani. Jika petani mau mengolah lahan, tinggal pesan ke yang menyewakan alsintan yg dibutuhkan," tutur Ali.
Tahun 2022 ini Ali melanjutkan, Kementan akan bergerak cepat untuk pengembangan taxi alsintan di 9 provinsi sentra produksi.
Kementan menargetkan, setidaknya dalam satu kabupaten/kota terdapat empat Taxi Alsintan atau 2.000 Taxi Alsintan seluruh Indonesia.
Ali menegaskan, program Taxi Alsintan murni ditujukan untuk menggenjot mekanisasi pertanian agar petani dapat beralih dari sistem konvensional.
"Saat ini, diketahui tingkat mekanisasi Indonesia di bawah lima persen. Dengan kata lain, jumlah alat yang bergerak di sawah di bawah lima unit," kata Ali.