Share

Polda DIY Minta Warga Tak Gunakan Istilah Klitih untuk Aksi Kejahatan

Erfan Erlin, iNews · Rabu 06 April 2022 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 510 2573930 polda-diy-minta-warga-tak-gunakan-istilah-klitih-untuk-aksi-kejahatan-47Ex6HZGWm.jpg Polda DIY (Foto: Erfan Erlin)

YOGYAKARTA - Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi meminta masyarakat tak menggunakan istilah klitih dalam aksi kejahatan jalanan yang dilakukan remaja atau siapa pun. Sebab, sejatinya klitih memiliki idiom yang positif.

Ade mengatakan, klitih dalam budaya sebenarnya berarti adalah jalan-jalan sore untuk melepas penat. Jika diartikan sekarang maka bisa mengubah makna sebenarnya menjadi konotasi yang negatif dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadi, kami mohon agar sekarang kata-kata klitih dalam peristiwa kejahatan jalanan," ujar dia.

Baca Juga:  Pelajar Tewas Korban Klitih, Polda DIY Tingkatkan Frekuensi Patroli Malam selama Ramadan

Menurut Ade, kejahatan jalanan yang marak belakangan ini sebenarnya tidak murni penganiayaan yang membabibuta terhadap orang yang tidak dikenal. Namun, dipastikan ada rentetannya dengan kejadian sebelumnya.

Dalam tiga bulan terakhir, aksi kejahatan jalanan selalu didahului dengan peristiwa dua kelompok yang saling memprovokasi. Sehingga berakhir menjadi penganiayaan di mana salah satu kelompok akan menjadi korban.

"Jadi, bukan asal menganiaya siapa saja yang ditemui di jalanan. Tetapi ada peristiwa provokasi sebelumnya antar dua kelompok," ujarnya.

Ade mencontohkan, dalam peristiwa kejahatan jalanan di wilayah Umbulharjo Yogyakarta. Dalam peristiwa ini ada unsur pendidikan di mana dari senior mengajarkan kepada junior tentang keberanian.

Saat peristiwa itu terjadi, sang senior menjadi joki alias menjadi sopir dan junior berada di belakang untuk membonceng. Kemudian, ketika bertemu kelompok lain, sang senior memprovokasi juniornya untuk melakukan penganiayaan.

"Jadi sekali lagi tolong hilangkan kata-kata klitih. Karena sejatinya yang ada adalah tawuran antar kelompok," tandasnya.

Baca Juga:  Pamuda Disabet Gir di Yogyakarta Sempat Kejar Pelaku karena Tak Terima Digeber

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto menambahkan, sejatinya warga bisa melakukan pencegahan terjadinya kejahatan jalanan. Warga juga bisa mengamankan pelaku kejahatan jalanan dengan syarat tertangkap tangan.

"Jadi warga bisa menangkap pelaku kejahatan jalanan. Asal menangkap basah mereka," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini