Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Abdul Wahid, Kakek Buyut Gus Dur yang Merupakan Komandan Pasukan Pangeran Diponegoro

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 11 April 2022 |07:02 WIB
Abdul Wahid, Kakek Buyut Gus Dur yang Merupakan Komandan Pasukan Pangeran Diponegoro
A
A
A

SOSOK Asy’ari sejak muda sudah terlihat menonjol secara akhlak dan intelektual. Hal itu terlihat ketika dirinya menjadi santri di Pondok Nggedang. Pondok asuhan Kiai Usman ini terletak sekitar dua kilometer di sebelah utara Kota Jombang, dekat Tambakberas.

Pesantren Nggedang didirikan oleh Kiai Abdus Salam atau dikenal dengan nama Kiai Shihah. Kiai asal Lasem, Rembang, ini bersama istrinya, Muslimah, membuka hutan di Gedang untuk mendirikan permukiman dan pesantren pada tahun 1825. Solichin Salam dalam KH Hasjim Asj’ari: Ulama Besar Indonesia (1963) mencatat, Kiai Usman adalah salah seorang kiai terkenal dan besar pengaruhnya.

Dalam perkawinannya dengan putri Lajjinah, putera-puteranya seringkali meninggal pada masa kanak-kanak. Namun, pada 1268 H atau bertepatan dengan tahun 1851, Kiai Usman dianugerahi Allah SWT seorang puteri yang diberi nama putri Winih, yang berarti benih.

Dikutip dari website NU, kemudian puteri Winih diubah namanya menjadi Halimah. Sedangkan Halimah mempunyai 4 saudara yaitu Muhammad, Leler, Fadil, dan Ny Arif. Masih dalam catatan Solichin Salam, satu tempo Kiai Usman mempunyai seorang santri bernama Asy’ari, berasal dari Kota Demak.

Saat itu sudah agak lama pemuda Asy’ari menjadi santri di Pondok Nggedang. Kecerdasan dan kecakapan Asy’ari membuat Kiai Usman tertarik kepadanya untuk dijadikan menantu. Akhirnya, pemuda Asy’ari dinikahkan oleh Kiai Usman dengan puterinya, Halimah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement