Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bawa Nama Besar Nahdlatul Ulama, Puluhan Pesilat Pagar Nusa Dibaiat di Taiwan

Tim iNews Media Group , Jurnalis-Senin, 28 September 2026 |09:48 WIB
Bawa Nama Besar Nahdlatul Ulama, Puluhan Pesilat Pagar Nusa Dibaiat di Taiwan
Puluhan Pesilat Pagar Nusa Dibaiat di Taiwan/ist
A
A
A

JAKARTA - Taiwan menjadi salah satu negara pengembangan model kaderisasi pesilat  Pagar Nusa di luar Indonesia. Pengalaman hidup lintas budaya, disiplin kerja, kemampuan bahasa, dan jejaring diaspora menjadi modal yang dapat dikembangkan memperkuat jaringan internasional Pagar Nusa.

“Taiwan adalah permulaan. Yang menentukan bukan berapa jumlah kita hari ini,” kata Ketum PP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen, Senin (28/9/2026).

“Yang menentukan adalah apa yang kita lakukan setelah keluar dari ruangan ini. Jaga kiai. Jaga jam’iyyah. Jaga persaudaraan. Jaga Indonesia,” lanjutnya.

Gus Nabil -- panggilan akrabnya -- mengatakan, sebanyak 25 kader pesilat Pagar Nusa dibaiat dan dikukuhkan setelah menuntaskan Diktama, kaderisasi Pasukan Inti (Pasti) di Kantor PCI NU, Taiwan Ranting Taichung.

Ditegaskannya, kader Pagar Nusa di luar negeri membawa tanggung jawab lebih besar karena perilaku mereka tidak hanya membawa nama organisasi. Mereka juga membawa nama Nahdlatul Ulama dan Indonesia di tengah masyarakat setempat.

“Kader Pagar Nusa di luar negeri jangan hanya dikenal karena silatnya. Mereka harus dikenal karena akhlaknya, kedisiplinannya, kepeduliannya, dan kemampuannya menjaga persaudaraan,” tegas Gus Nabil.

Pencak silat juga tidak hanya ditempatkan sebagai bela diri, tetapi menjadi jembatan persahabatan dan kebudayaan Indonesia.

“Kader Pasti Taiwan dipersiapkan membawa tiga karakter sekaligus, yakni pendekar yang terlatih dan disiplin, santri yang menjaga adab dan tradisi, serta “diplomat rakyat Indonesia” yang mampu membangun persahabatan lintas budaya,” ujarnya.

Menurut Nabil, internasionalisasi Pagar Nusa tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur di berbagai wilayah. Kaderisasi harus menjadi fondasi agar perkembangan organisasi di luar Indonesia tetap memiliki jati diri, nilai, dan orientasi khidmah.

“Kalau Pagar Nusa tumbuh di luar negeri, kaderisasinya juga harus tumbuh. Tidak cukup kita punya struktur dan bendera Pagar Nusa di berbagai tempat. Orang-orang yang berada di dalamnya juga harus ditempa,” kata Gus Nabil.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement