Share

Menteri Jerman Mundur Setelah Ketahuan Pergi Liburan Saat Wilayahnya Kebanjiran Parah

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 12 April 2022 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 18 2577636 menteri-jerman-mundur-setelah-ketahuan-pergi-liburan-saat-wilayahnya-kebanjiran-parah-jNp8jO4T12.jpg Anne Spiegel. (Foto: DPA)

BERLIN – Seorang menteri Kabinet Jerman telah mengundurkan diri setelah mengambil liburan empat minggu tak lama setelah banjir dahsyat yang melanda tahun lalu di negara bagian tempatnya menjabat sebagai pejabat senior.

Anne Spiegel dari Partai Hijau adalah menteri pertama yang mundur dari pemerintahan federal Kanselir Olaf Scholz sejak ia menjabat tahun lalu. Dia ditunjuk sebagai menteri keluarga, warga senior, wanita dan pemuda di kabinet Kanselir Olaf Scholz pada Desember 2021.

BACA JUGA: Olaf Scholz Terpilih Sebagai Kanselir Baru Jerman

Spiegel telah meminta maaf atas liburan yang diambilnya dalam sebuah pidato emosional pada Minggu (10/4/2022). Tetapi, pada Senin (11/4/2022) dia mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri karena menerima tekanan politik.

pada bulan Desember sebagai bagian dari Kabinet Scholz dan meminta maaf atas liburannya dalam pidato emosional pada Minggu malam.

"Saya melakukan ini untuk mencegah kerusakan pada kantor, yang menghadapi tantangan politik besar," kata Spiegel dalam sebuah pernyataan yang dilansir Deutsche Welle, Selasa (2/4/2022).

Kanselir Jerman Olaf Scholz menyatakan "rasa hormat yang besar" untuk Spiegel dan berharap dia "yang terbaik untuk masa depan setelah masa sulit ini."

Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock, juga dari Partai Hijau, mengatakan bahwa Spiegel telah "melalui masa yang sangat sulit dan secara pribadi sangat sulit" yang katanya menunjukkan betapa “brutalnya politik”.

BACA JUGA: Banjir Terparah Hantam Jerman, 80 Tewas, Ratusan Orang Hilang

Dia mengatakan bahwa dia menghormati keputusan Spiegel tetapi menambahkan bahwa kabinet Jerman kehilangan "menteri keluarga yang luar biasa hebat."

Sebelum memegang jabatan di kabinet Scholz, Spiegel menjabat sebagai menteri lingkungan dan wakil perdana menteri Negara Bagian Rhineland-Palatinate, negara bagian yang paling parah dilanda banjir pada Juli 2021 yang mengakibatkan kematian lebih dari 180 orang di Jerman.

Pada Minggu, surat kabar Bild am Sonntag melaporkan bahwa Spiegel pergi berlibur ke Prancis 10 hari setelah bencana tersebut melanda Rhineland-Palatinate.

Pemerintah Rhineland-Palatinate mengkonfirmasi kebenaran laporan tersebut, tetapi menyatakan Spiegel dapat dihubungi selama perjalanannya, yang juga dikatakan sang menteri dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu malam. Namun, dia juga mengakui bahwa klaim awalnya bahwa dia telah mengambil bagian dalam semua sesi Kabinet negara bagian dari jarak jauh saat berada di Prancis tidak benar.

"Adalah kesalahan bahwa kami pergi berlibur begitu lama, dan kami pergi liburan, dan saya minta maaf atas kesalahan ini," kata Spiegel dalam pidatonya.

Dia mengatakan mereka pergi berlibur karena anak-anaknya telah berjuang selama pandemi virus corona dan bahwa suaminya perlu menghindari stres setelah menderita stroke empat tahun sebelumnya.

Pemimpin oposisi dari Partai Demokrat Kristen (CDU) Jerman Friedrich Merz, menuntut Scholz untuk memberhentikan Spiegel.

Tuntutan ini disampaikan setelah pekan lalu politikus CDU, Ursula Heinen-Esser, yang menjabat sebagai menteri lingkungan North Rhine-Westphalia, negara bagian Jerman lain yang juga terdampak banjir, juga mengundurkan diri setelah diketahui bahwa dia hanya sebentar menunda liburannya di Mallorca, Spanyol, saat bencana itu melanda.

Pada pertengahan Juli 2021, air menggenangi kota-kota tepi sungai seperti Ahrweiler, Gerolstein, dan Kordel di Rhineland-Palatinate. Banyak sungai kecil di wilayah itu meluap. Itu adalah salah satu bencana banjir terburuk di Jerman, merenggut hampir 200 nyawa dan menelan biaya sekitar €35 miliar, menjadikannya bencana alam paling mahal di Jerman hingga saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini