Share

Ridwan Kamil Puji Demo 11 April di Bandung dan Mengecam Pengeroyokan Ade Armando

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Selasa 12 April 2022 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 525 2577501 ridwan-kamil-puji-demo-11-april-di-bandung-dan-mengecam-pengeroyokan-ade-armando-NgKyHGakD2.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memuji aksi demonstrasi mahasiswa di Bandung sekaligus mengecam aksi kekerasan terhadap Ade Armando dalam aksi serupa di Jakarta.

"Terima kasih untuk para mahasiswa yang unjuk rasa dengan tertib dan kondusif, khususnya di Bandung. Hatur Nuhun," ungkap Kang Emil dalam keterangannya, Selasa (12/4/2022).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu dengan tegas menolak aksi kekerasan dalam bentuk apapun. Hal itu ditegaskan Kang Emil menyikapi aksi pengeroyokan yang dilakukan massa kepada Ade Armando.

"Apapun ekspresi argumentasinya, jangan pernah membawa kekerasan dalam kegiatannya. Termasuk kekerasan terhadap Ade Armando yang tidak semestinya terjadi jika semua bisa menahan diri. Apalagi, ini adalah bulan suci Ramadhan yang harus kita hormati," ujarnya.

Menurut Emil, demokrasi adalah sistem pemerintahan yang langsung atau tidak langsung dikendalikan oleh kuasa rakyat. Dia menegaskan, suka atau tidak suka, pilihan demokrasi adalah buah kesepakatan yang tujuannya agar rakyat Indonesia bisa mendapatkan kesejahteraan secepat-cepatnya melalui pilihan sistem politik ini.

"Demokrasi kesepakatan ini banyak variasinya di Indonesia. Sehingga, jika ada narasi atau wacana di negeri ini yang berbeda dengan kesepakatan, tentulah harus diekspresikan dan dimusyawarahkan secara baik-baik apapun wacananya," jelasnya.

"Termasuk wacana yang sempat menghangat sebelum demo terkait perpanjangan jabatan presiden 3 periode yang tentunya berbeda dengan kesepakatan dua periode seperti yang tertulis di UUD 45," lanjut dia.

Karena itu, kata Kang Emil, segala bentuk argumentasi idealnya bisa disampaikan dengan cara yang baik.

"Setelah dimusyawarahkan dan bermufakat, berubah tidaknya, itulah kesepakatan yang harus dihormati. Apapun ekspresi argumentasinya, jangan pernah membawa kekerasan dalam kegiatannya," tegasnya.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Berikut pernyataan lengkap Ridwan Kamil terkait aksi demonstrasi 11 April 2022 yang juga disampaikan dalam akun medsos pribadinya

Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang langsung atau tidak langsung dikendalikan oleh kuasa rakyat. Rakyat menitipkan aspirasi dan keinginannya melalui sistem perwakilan baik perwakilan eksekutif maupun legislatif. Jika satu-satu warga harus ditanya untuk setiap keputusan publik itu namanya populisme referendum.

 

Pertama dipraktekkan di Athena, Yunani Kuno, demokrasi memberi ruang partisipasi publik dalam setiap dimensi kehidupan. Memilih Demokrasi suka tidak suka adalah buah kesepakatan kita. Dan tujuan kesepakatan ini adalah agar rakyat Indonesia bisa mendapatkan kesejahteraan secepat-cepatnya melalui pilihan sistem politik ini.

 

Amerika Serikat dan Indonesia memilih demokrasi. Tiongkok tidak memilih demokrasi. Saudi Arabia tidak memilih demokrasi. Itu semua karena kesepakatan historis mereka masing-masing.

 

Demokrasi kesepakatan ini banyak variasinya di Indonesia. Hanya di Aceh disepakati ada partai lokal. Hanya di Yogyakarta disepakati Gubernur adalah Sultan HB untuk selamanya. Di DKI Jakarta disepakati walikotanya ditunjuk gubernur bukan dipilih rakyat. Di Papua disepakati suara coblosan bisa dititipkan kepada kehendak kepala suku.

 

Sehingga, jika ada narasi atau wacana di negeri ini yang berbeda dengan kesepakatan, tentulah harus diekspresikan dan dimusyawarahkan secara baik-baik. Apapun wacananya. Termasuk wacana yang sempat menghangat sebelum demo hari ini, terkait perpanjangan jabatan presiden jadi 3 periode, yang tentunya berbeda dgn kesepakatan hanya 2 periode seperti tertulis di UUD 45.

 

Karenanya, yang setuju silakan argumenkan dengan baik. Yang tidak setuju juga argumenkan dengan baik. Setelah dimusyawarahkan dan bermufakat, berubah tidaknya, itulah kesepakatan yang harus dihormati.

 

Apapun ekspresi argumentasinya, jangan pernah membawa kekerasan dalam kegiatannya, termasuk kekerasan terhadap Ade Armando yang tidak semestinya terjadi, jika semua bisa menahan diri. Apalagi ini adalah bulan suci Ramadhan yg harus kita hormati.

 

Terima kasih untuk para mahasiswa yang unjuk rasa dengan tertib dan kondusif, khususnya di Bandung. Hatur Nuhun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini