Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Vozrozhdeniya, Gurun Paling Mematikan di Dunia Warisan Mengerikan Uni Soviet

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 15 April 2022 |07:30 WIB
Vozrozhdeniya, Gurun Paling Mematikan di Dunia  Warisan Mengerikan Uni Soviet
Vorozhdeniya menjadi salah satu tempat paling mematikan di Bumi karena eksperimen selama masa Uni Soviet, (Foto: Facebook)
A
A
A

DAHULU merupakan sebuah pulau terpencil di Laut Aral, Vozrozhdeniya kini menjadi sebuah gurun yang dipenuhi berton-ton bakteri anthrax dan penyakit berbahaya lainnya, membuatnya menjadi salah satu tempat paling mematikan di dunia.

Laut Aral pernah menjadi laut terbesar keempat di Bumi, tetapi setelah sungai yang mengalirkannya dialihkan oleh Soviet untuk mengairi ladang kapas, airnya surut. Saat ini yang tersisa hanyalah gurun pasir asin di mana suhu sering mencapai 60 derajat Celcius dan hampir tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.

BACA JUGA: Beijing Temukan Kasus Pneumonia Antraks Mematikan 

Lebih parah lagi, bagian gurun yang tertutup garam itu dipenuhi dengan anthrax dan penyakit mematikan lainnya yang diuji coba oleh Uni Soviet selama bertahun-tahun. Itulah yang membuat Vozrozhdeniya menjadi salah satu tempat paling mematikan di dunia.

Saat Laut Aral masih berupa perairan, Vozrozhdeniya adalah sepetak tanah terpencil yang oleh Soviet disebut Aralsk-7. Pulau itu sangat terpencil sehingga bahkan tidak diketahui manusia sampai abad ke-19.

Aralsk-7 tidak muncul di peta Soviet dan keberadaannya adalah rahasia bagi sebagian besar penduduk, jadi kemungkinannya ditemukan oleh Intelijen Barat sangat kecil. Pulau itu adalah tempat yang sempurna untuk bereksperimen dengan beberapa senjata biologis paling kontroversial yang bisa dibayangkan. .

BACA JUGA: 75 Peneliti AS Tertular Bakteri Anthrax

Diwartakan Oddity Central, selama bertahun-tahun, Aralsk-7 adalah bagian dari program senjata biologis nasional dan digunakan sebagai tempat pengujian anthrax, cacar, penyakit seperti tularemia, brucellosis, tifus, bahkan wabah. Semua penyakit itu meresap ke dalam tanah berpasir Aralsk-7, sehingga tidak mengherankan bahwa, selama bertahun-tahun, pulau itu telah terlibat dalam sejumlah insiden yang buruk.

Pada 1971, seorang ilmuwan muda jatuh sakit setelah kapal penelitiannya melewati kabut kecoklatan di dekat pulau. Dia didiagnosis menderita cacar air, meskipun telah divaksinasi terhadap penyakit itu, dan dia akhirnya menginfeksi sembilan orang lainnya, tiga di antaranya meninggal. Setahun kemudian, mayat dua nelayan yang hilang ditemukan mengambang di perahu mereka di dekat pulau. Mereka rupanya meninggal karena wabah.

Cerita tentang penduduk setempat yang menarik jaring penuh ikan mati banyak terjadi di daerah sekitar Vozrozhdeniya. Pada Mei 1988, 50.000 antelop saiga, yang telah merumput di padang rumput terdekat, mati dalam waktu sekira satu jam, karena penyebab misterius.

Reputasi Vozrozhdeniya begitu terkenal sehingga sejak pulau tersebut terhubung ke daratan, karena Laut Aral mengering, hanya ekspedisi yang telah diselenggarakan. Wilayah, yang kini ukurannya 10 kali lebih besar dari pulau sebelumnya, telah dievakuasi untuk menghindari insiden berbahaya.

Misteri kengerian biologis yang pernah diuji di Vozrozhdeniya membuat orang tetap waspada, seperti halnya fakta yang diketahui bahwa ratusan ton antraks baru saja dibuang di gurun ini pada satu titik. Pada 1988, Soviet memutuskan bahwa bermain dengan antraks adalah sesuatu yang terlalu yang berbahaya, sehingga sekira 100 hingga 200 ton bubur antraks dibuang ke lubang raksasa dan dilupakan.

Namun, anthrax dikenal memiliki spora yang sangat sulit dimatikandan dapat bertahan hidup di bawah tanah selama ratusan tahun. Guyuran disinfektan dan suhu tinggu hingga 180 derajat Celcius tidak dapat menyingkirkan spora anthrax. Parahnya lagi lokasi tepat dari lubang itu tidak pernah diungkapkan, tetapi, karena ukurannya begitu besar, lubang itu terlihat dari luar angkasa.

Khawatir anthrax bisa berakhir di tangan teroris, Amerika Serikat (AS) mengirim spesialis ke Vozrozhdeniya untuk melakukan beberapa tes, dan ketika mereka menemukan jejak anthrax, dana jutaan dolar digelontorkan untuk operasi pembersihan. Ribuan kilogram bubuk pemutih yang kuat digunakan oleh kru yang mengenakan pakaian pelindung selama beberapa bulan, tetapi pada akhirnya spora anthrax berhasil dihilangkan.

Tetapi operasi pembersihan itu tidak benar-benar mengakhiri ancaman Vozrozhdeniya. Para ahli mengklaim bahwa pasti masih ada antraks di dalam dan di sekitar lubang pembuangan, belum lagi lubang kuburan hewan yang terinfeksi, masing-masing menampung ratusan bangkai, atau kuburan korban manusia yang tidak bertanda. Tempat ini masih merupakan ancaman yang sangat besar, yang harus dihindari dengan segala cara.

Untungnya, Vozrozhdeniya bukanlah tempat yang paling mudah diakses di dunia. Anda membutuhkan seseorang untuk memandu Anda ke sana, dan orang-orang di daerah itu tahu untuk menjauh, jadi Anda harus meyakinkan mereka untuk menjadi pemandu. (dka)

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement