Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ratna Sarumpaet Sadar Hoaks Dipukuli Jadi Masalah dan Hebohkan Indonesia pada Momen Ini

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 19 April 2022 |11:45 WIB
Ratna Sarumpaet Sadar Hoaks Dipukuli Jadi Masalah dan Hebohkan Indonesia pada Momen Ini
Ratna Sarumpaet/Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA Ratna Sarumpaet yang juga seniman teater ini blak-blakan soal berita bohong alias hoaks yang menghebohkan Indonesia beberapa tahun silam.

Akibat menyebarkan hoaks tersebut, Ratna ditahan di Lapas Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur setelah divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(Baca juga: Ratna Sarumpaet Sebut Kebohongan Bukan Kriminal: Hukuman Saya Tak Seimbang)

Ratna Sarumpaet membeberkan dirinya sadar bahwa pengakuannya dipukuli orang adalah sebuah kesalahan yang sangat besar.

Momen itu terjadi saat Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno akan menggelar jumpa pers atas pengakuan Ratna. Namun dia menolak hadir dalam memberikan keterangan kepada awak media tersebut.

"Titik yang betul-betul aku sadar adalah bahwa saat ada rencana jumpa pers. Terus saya bilang saya nggak ikut," ujar Ratna Sarumpaet di YouTube Deddy Corbuzier dilansir Selasa (19/4/2022).

Ibu dari artis Atiqah Hasiholan ini mulai sadar bahwa kebohongannya yang dibuat akan dijadikan manuver politik ke kubu sebelah. Karena saat itu dia adalah bagian dari tim kampanye Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Ini akan melebar kemana-mana dan akan bahaya untuk bapak Pilpres kita. Jadi aku langsung pamit dan saya nggak ikut jumpa pers," ucap Ratna.

Setelah itu, Ratna Sarumpaet meminta anaknya untuk membuat jumpa awak media terpisah. Di momen itu, akhirnya terungkap wajah lebamnya bukan karena digebuki orang, melainkan efek samping dari operasi plastik.

"Menurut saya itu yang paling benar. Kalau ini berjalan ini bisa huru hara ini republik. Saya bicara sama kakaknya Atiqah 'saya mau jumpa pers'," katanya.

Semua anak Ratna Sarumpaet tersebut mendukung dirinya mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya daripada harus menyebar hoaks.

"Dan semua mereka setuju. Pada saat itu saya katakan bahwa saya bohong. Dia (anak-anak setuju. Mereka semua membantu, ada ratusan wartawan di rumah,"pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement