Share

Bongkar Prostitusi di Hotel Garut, Seorang Muncikari Ditangkap

Fani Ferdiansyah, Koran SI · Selasa 19 April 2022 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 525 2581688 bongkar-prostitusi-di-hotel-garut-seorang-muncikari-ditangkap-A4tFxi8Xef.jpg Illustrasi (foto: freepick)

GARUT - Satuan Reskrim Polres Garut membongkar kasus prostitusi di salah satu hotel di Kabupaten Garut. Dalam penggerebekan tersebut, seorang mucikari berinisial H ditangkap.

Selama ini, H merupakan target operasi Unit Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut. Ia berhasil digelandang ke Mapolres Garut saat polisi menggelar Operasi Pekat Lodaya 2022.

"Tersangka mucikari berinisial H diamankan saat digelarnya operasi pekat lodaya 2022 dengan sasaran premanisme, perjudian, peredaran miras dan prostitusi," kata Kepala Satreskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi di Lobi Mapolres Garut, Selasa (19/4/2022).

 BACA JUGA:Jaga Kesucian Ramadan, 6 PSK Terjaring Razia Petugas

Mulanya, bisnis lendir ini terungkap berdasarkan adanya informasi dari masyarakat terkait transaksi penjualan wanita penghibur kepada pria hidung belang di salah satu hotel kawasan Cipanas, Garut. Berbekal informasi tersebut, Unit PPA Polres Garut langsung melakukan penyelidikan di hotel yang dimaksud.

"Ternyata benar. Kami amankan salah satu penjaja atau muncikari dengan BB (barang bukti) berupa uang cash Rp1,5 juta yang sudah dikantongi sebagai bukti pembayaran," ujar AKP Dede.

BACA JUGA:23 PSK Diamankan dari Penggerebekan Bedeng Liar di Tangsel 

Tidak hanya uang tunai, satu unit kendaraan yang berfungsi sebagai angkutan wanita penghibur di kasus itu pun turut disita polisi. Adapun nilai transaksi bisnis mesum ini berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta untuk sekali kencan.

"(Dari transaksi) mucikari mendapat uang jasa sebesar Rp250 ribu sekali ST (Short Time)," sebutnya.

H merupakan seorang karyawan di salah satu salon kecantikan Kabupaten Garut. Pada saat yang sama, dia merangkap sebagai freelance di bisnis penyedia wanita penghibur.

"Tersangka dijerat pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1,4 bulan penjara," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini