CD Friday Night in San Fransisco: Live Concert itu Gus Im dapatkan melalui AS Hikam, Nahdliyin asal Tuban yang menyelesaikan studi doktor di bidang ilmu politik di Universitas Hawaii, Honolulu. Gus Im bertemu dengannya saat Gus Dur mengajak mendiskusikan disertasi Hikam. Saat ketiganya bertemu, yang dibahas bukan disertasi, tapi justru musik, di antaranya Friday Night in San Fransisco: Live Concert itu.
AS Hikam menjadi saksi kakak dan adik putra KH Wahid Hasyim bin Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu, mengaitkan musik dengan politik. “Yang main tiga maestro gitar yaitu Paco de Lucia, Al di Meola, dan John MacLaughlin,” ungkap Gus Im pada pertemuan itu.
“Paco de Lucia itu kan gitaris Flamenco kontemporer? Tekniknya nyaris tak bercacat dan dia mampu menangkap gelora musik fFlemenco. Yang dua orang lagi siapa?” tanya Gus Dur.
“Al Di Meola, maestro gitar jazz. Dia mampu main dengan gemuruh jiwa musik jazz maupun dengan kebeningan suara hati. John McLaughlin, awalnya maestro gitar rock, kemudian mengembara ke dunia jazz dan musik spiritual India, sehingga bentuk musiknya jadi lebih kaya,” jelas Gus Im.
“Musik fusion seperti itu bisa membantu memahami praksis politik Indonesia yang juga berupa fusion. Bedanya politik Indonesia adalah fusion aliran, partai politik oposisi seolah-olah, dan macam-macam teori pembangunan yang wujud akhirnya jadi aneh dan sulit dimengerti, apalagi dinikmati,” komentar Gus Dur.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.