Pentingnya Hari Internasional Al-Quds dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu untuk menghidupkan isu Palestina, mendukung bangsa tertindas Palestina dan resistensi mereka melawan kezaliman, melawan terorsime dalam bentuk penjajahan serta mengutuk intervensi kekuatan besar di kawasan.
Terdapat tiga alasan penting yang menjadikan isu Palestina menjadi isu utama bagi dunia Islam yaitu identitas agama di Palestina sebagai wilayah yang penting untuk berbagai agama khususnya agama Islam, identitas pendudukan rezim Zionis Israel yang terus melancarkan pendudukan dan kebijakan ekspansionismenya dan identitas koalisi antara Barat dan rezim Zionis Israel untuk terus memecah belah dan menyebarkan dualitas antara umat Muslim dengan tujuan melanjutkan pendudukan mereka.
Pada saat berbagai perkembangan di dunia antara lain isu terorisme, krisis ekonomi, pandemi Covid-19 dll, telah mengalihkan perhatian komunitas internasional dari isu Palestina dan menguntungkan Zionisme global dan Israel; Perayaan Hari Internasional Al-Quds secara masif dan inovatif sangatlah bermakna bagi masyarakat Palestina yang tertindas karena Hari Internasional Al-Quds adalah refleksi dan peran dunia Islam dalam upaya pembebasan Palestina secara nyata.
Hari Internasional Al-Quds adalah momentum komunitas dunia untuk mengutuk tindakan ilegal memindahkan kedutaan besar Amerika ke Al-Quds, dan mengakuinya sebagai ibukota rezim Zionis seraya menuntut pembebasan Al-Quds dan mendukung rakyat tertindas Palestina tetap menjadi prioritas pertama dunia Islam serta mengecam setiap aksi yang ingin mengesampingkan prioritas ini dan upaya mengalihkan pikiran umat Islam.
Republik Islam Iran percaya bahwa normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dengan rezim apartheid Israel adalah hasil dari perhitungan dan penyusunan strategi yang salah oleh mereka. Pendekatan keliru ini membuat mereka mengabaikan pihak-pihak pembela hak bangsa Palestina dan jatuh ke dalam perangkap yang disiapkan oleh AS dan rezim Zniois yang tujuan utamanya hanya memecah belah bangsa Islam dan melanjutkan hegemoninya.
"Kami menyerukan kepada negara-negara yang telah menandatangani perjanjian untuk memulihkan hubungan dengan rezim Zionis, agar meninjau kembali langkah itu dikarenakan kehadiran berbagai gerakan resistensi dan perlawanan bangsa Palestina di samping dukungan dari berbagai negara Islam membuat rezim Zionis Israel mengalami kondisi yang begitu rapuh dan lemah sehingga kemerdekaan Palestina yang sesungguhnya tidak jauh untuk diraih," tuturnya.