Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

85 Juta Pemudik Akan Banjiri Lalu Lintas di Indonesia, Perindo: Tetap Waspada Prokes

Muhammad Farhan , Jurnalis-Selasa, 26 April 2022 |21:50 WIB
85 Juta Pemudik Akan Banjiri Lalu Lintas di Indonesia, Perindo: Tetap Waspada Prokes
Staf Khusu Ketua Umum Perindo, Sururi Al Faruq (foto: tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA - Lonjakan pemudik merambatai sejumlah stasiun, terminal dan bandara sebab diizinkannya mudik oleh pemerintah pada lebaran tahun ini. Sejak diizinkannya mudik idul fitri 1443 hijriah kali ini, diprediksi sekitar 85 juta pemudik akan hilir mudik menuju kampung halaman masing-masing.

Staf khusus Ketua Umum Partai Perindo, Sururi Al-Faruq menjelaskan momen mudik tahun ini meski diizinkan tetap harus mewaspadai protokol kesehatan yang masih berlaku di masyarakat. Menurutnya, 85 juta pemudik yang menjadi angka terbesar dalam sejarah mudik di tanah air kali ini dikhawatirkan menyebabkan adanya kelalaian prokes nantinya.

"Untuk itu diperlukan adanya kontrol dari pejabat pemerintah pusat dan daerah untuk mengontrol kepatuhan prokes selama mudik. Hal ini karena perpindahan masyarakat yang besar tersebut dikhawatirkan mencederai usaha kita selama ini untuk menekan laju positif Covid-19," kata Faruq menjelaskan dalam podcast aksi nyata bertemakan Sakralnya Tradisi Mudik, Selasa (26/4/2022).

 BACA JUGA:Cek Rest Area KM 57, Kapolri Imbau Pemudik Manfaatkan Layanan Posko Mudik

Menurut Faruq, pergumulan masyarakat yang besar tersebut dapat diduga menjadi transmisi virus secara cepat. Oleh karenanya, dia menilai pemerintah tetap harus waspada akan rentannya penularan pasca mudik besar nasional di lebaran tahun ini.

"Kalau menurut hemat saya, momen mudik ini jika diharapkan berjalan lancar, maka pemerintah memberikan kanalisasi untuk pemudik sehingga nantinya akan mudah dikontrol. Untuk itu titik kanalisasi harus dilakukan sedari Jakarta sebagai patokan start keberangkatan mudik," katanya.

 BACA JUGA:Kapolri: Pemudik Jangan Takut Begal, Ada Satgas yang Kawal

Politisi Partai Perindo tersebut menegaskan kanalisasi di Jakarta ini dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah dengan RT dan RW setempat. Aturan yang diterapkan sedari pengontrolan dekat rumah tersebut akan mempermudah pelacakan persebaran Covid-19 selama musim mudik.

"Bagi yang mudik harus menyerahkan registrasi keterangan sudah booster atau hasil tes Covid-19 negatif di RT atau RW sebelum keberangkatan mudik. Karena jika tidak dilakukan dari awal, nanti akan membuat penumpukan terlebih bila dilakukan pengecekan di rest area sepanjang perjalanan mudik," tutur Faruq menjelaskan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement